Selamat Hari Anak Sedunia
Sekjen MHM Mohamed Abdelsalam beri sambutan pada Doa dan Aksi untuk Anak-anak di Roma
Sekjen Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam menyampaikan Selamat Hari Anak Sedunia, 20 November 2022.
Konselor Abdelsalam memandang perlunya langkah tegas dalam memberikan pelindungan kepada anak demi masa depan mereka yang lebih baik.
Pesan ini disampaikan Konselor Abdelsalam saat memberikan sambutan pada acara Doa dan Aksi untuk Anak-anak di Roma.
"Semua agama mengajak perlunya melakukan langkah melindungi anak dan menyediakan suasana yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang," ujarnya di Roma, Minggu (20/11/2022).
Piagam Persaudaraan Manusia, kata Abdelsalam, menegaskan bahwa hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga, memperoleh gizi baik, pendidikan, dan perlindungan adalah tugas keluarga dan masyarakat.

"Tugas tersebut harus dijamin dan dilindungi agar tidak diabaikan atau ditolak bagi seluruh anak di belahan dunia mana pun. Semua praktik yang melanggar martabat dan hak anak harus dikecam," tegasnya.
"Sama pentingnya, mewaspadai bahaya yang mereka hadapi, khususnya di dunia digital, serta menganggap sebagai kejahatan, perdagangan kepolosan mereka dan semua bentuk pelanggaran kepadanya," sambungnya.
Hal itu, kata Abdelsalam, telah digariskan dalam dokumen bersejarah Abu Dhabi terkait persaudaraan manusia yang ditandatangani bersama oleh Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Vatikan Sri Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019.
MHM memberi perhatian besar terhadap isu terkait anak. Mereka adalah calon pemuda dan pemimpin masa depan. Perhatian MHM tecermin dalam sejumlah inisiasi dan program yang mewujudkan terciptanya komunikasi positif dengan mereka, menyediakan layanan yang diperlukan, membentengi pemikiran mereka dari pemikiran ekstrem, melindungi mereka dari kemungkinan menjadi korban kelompok kekerasan dan kebencian, serta menguatkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup bersama pada diri anak-anak.