Sekjen MHM Tegaskan Komitmen Dar Al Hokama Tanamkan Nilai-Nilai Kemanusiaan ke Generasi Muda
Sekjen MHM Konselor Abdelsalam berkunjung ke stan pameran MHM di Istanbul Turki
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, mengunjungi Pameran Buku Arab Internasional Istanbul VIII di Turki, Minggu (17/12/2023). Sekjen MHM ikut mengeksplorasi beragam kegiatan unggulan yang diikuti peserta dari berbagai entitas.
Konselor Abdelsalam menekankan bahwa pameran budaya global berfungsi sebagai platform penting untuk pertukaran ide dan budaya di kalangan masyarakat. Hal ini merupakan peluang besar untuk memperkenalkan budaya Arab dan Islam serta menekankan nilai-nilai kemanusiaan bersama.
Selama kunjungannya di Pameran Buku Arab Istanbul 2023, Sekretaris Jenderal MHM memuji penyelenggaraan beragam acara dan peran efektifnya dalam meningkatkan pertukaran budaya sebagai jembatan komunikasi antara beragam budaya Arab dan budaya global. Konselor Abdelsalam mengapresiasi keragaman topik dan publikasi yang disajikan, yang mencerminkan kreativitas dan kekayaan budaya kawasan Arab.
Konselor Abdelsalam juga mengunjungi stan Penerbitan Dar Al Hokama di pameran tersebut. Stan ini menampilkan lebih dari 190 publikasi beragam yang bertujuan untuk menyebarkan dan mempromosikan nilai-nilai perdamaian di komunitas Muslim dan non-Muslim.
Konselor Abdelsalam menegaskan bahwa MHM sangat menyadari pentingnya pemikiran dan budaya dalam mendefinisikan dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di benak generasi muda. Ia menjelaskan bahwa "Dar Al Hokama Publishing" berkontribusi melalui publikasi-publikasi unggulannya untuk memperkuat nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan secara manusiawi di antara semua orang, terlepas dari perbedaan dan keberagaman mereka.
Untuk kali kedua berturut-turut, MHM berpartisipasi dalam Pameran Buku Arab Istanbul. Ini sejalan dengan misi MHM untuk mempromosikan budaya dialog, toleransi, dan hidup berdampingan dengan umat manusia. Pameran ini merupakan salah satu pertemuan penting bagi penerbit Arab serta pencipta konten sastra dan budaya di wilayah tersebut. Hal ini juga menjadi peristiwa penting bagi komunitas Arab di Eropa, mengingat Istanbul sebagai jembatan dialog antara Timur dan Barat.