Sekjen MHM: Pemikiran Kolektif Muslim Dibangun Atas Dasar Saling Kenal dan Kerja Sama
Sekjen Majelis Hukama Muslimin Sulthan Al Remeithi
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM) Dr. Sultan Al Remeithi mengatakan bahwa pemikiran kolektif umat Islam dibangun atad dua hal mendasar dan penting, yaitu saling mengenal dan kerja sama dalam kebaikan.
Pesan ini disampaikan Al-Remeithi saat berbicara pada 'Budaya Perjumpaan: Masa Depan Dialog Antarbudaya dan Antaragama' di Ibukota Italia, Roma, Selasa (9/11/2021). Konferensi yang digelar bersamaan ulang tahun pertama 'Fratelli Tutti' ini disponsori oleh Pusat Agama, Perdamaian, dan Urusan Dunia Berkley di Universitas Georgetown dan Organisasi Peradaban Katolik di ibu kota Italia, Roma.
“Pemikiran kolektif Muslim dibangun di atas dua dasar yang sangat penting, yang dirancang khusus untuk tujuan belajar tentang orang lain. Pertama, adalah saling mengenal. Kedua adalah kerja sama dalam kebenaran dan kesalehan,” terang Al Remeithi.
Melalui pendekatan ini, lanjutnya, hubungan antara Islam dan Kristen dibangun. Sejak itu, ada sejarah panjang hubungan dan koeksistensi antara Muslim dan Kristen.
“Dialog antara Sultan Al-Kamel dan Santo Fransiskus dari Assisi, yang berlangsung di tengah konflik militer antara Timur dan Barat, menegaskan bahwa selalu ada peluang untuk mencapai perdamaian. Bahkan, pada puncak meningkatnya suara kebencian, sejarah mencatat bahwa dokumen persaudaraan manusia lahir di antara lipatan hubungan manusia antara Al-Kamil dan Assisi,” ujarnya
Al-Rumaithi lalu mengutip pesan Yang Mulia Paus Fransiskus, bahwa "Kita semua bersaudara". Pesan ini membawa visi terapan dari konsep persaudaraan manusia. Paus Fransiskus mempersonifikasikan realitas manusia dalam diagnosis yang akurat dari berbagai sudut dan dimensi yang tidak dibahas sebelumnya untuk membawa pembaca pada konsep persaudaraan manusia yang terintegrasi dan mekanisme untuk mencapainya.
Dr. Sultan Al-Rumaithi menekankan bahwa peristiwa dan krisis yang terjadi berturut-turut menegaskan kebutuhan mendesak akan persaudaraan manusia. Sehingga, MHM mengadopsi banyak program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya persaudaraan manusia. MHM telah bekerja sama dengan berbagai organisasi media di seluruh dunia, menyelenggarakan 'Konvensi Media Arab untuk Persaudaraan Manusia', serta meluncurkan 'Kode Etik Media untuk Persaudaraan Manusia'. MHM juga menggelar konferensi 'Media Menentang Kebencian' yang menyerukan pembentukan koalisi media Arab yang bertujuan untuk mempromosikan nilai-nilai persaudaraan manusia.
“Pada periode mendatang, kami akan meluncurkan inisiatif lebih lanjut melalui 'Komite Persaudaraan Tinggi Manusia' yang saya banggakan sebagai anggota, untuk mencapai nilai-nilai luhur 'Dokumen Persaudaraan Manusia', karena kami semua percaya bahwa itu adalah satu-satunya yang realistis. berarti mencapai perdamaian global bagi seluruh umat manusia,” tandasnya.