Sekjen MHM: Paviliun Iman Wakili Platform Inspiratif dan Jembatan Komunikasi Sains dan Agama
Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menggarisbawahi bahwa Paviliun Iman yang berlangsung pada 28th Conference of the Parties (COP28) berfungsi sebagai platform inspirasi dan jembatan komunikasi antara sains dan agama.
Menurutnya, beragam sessi dialog yang berlangsung di Paviliun Iman telah menyampaikan pesan universal yang menggarisbawahi tanggung jawab kolektif setiap orang dalam melestarikan lingkungan serta membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Paviliun Iman berlangsung dari 1 – 12 Desember 2023. Dalam sesi diskusi bertajuk “Memajukan Pemahaman untuk Dunia Kita Bersama” yang diadakan pada hari kelima Paviliun Iman, Sekjen MHM menegaskan bahwa tidak ada konflik yang melekat antara sains dan agama. Konselor Abdelsalam justru mencatat dan mengurai manfaat berkelanjutan yang diperoleh secara global dari warisan para cendekiawan Muslim di berbagai bidang.
Konselor Abdelsalam juga menekankan pentingnya peran agama dalam mengatasi krisis iklim. Dia menekankan bahwa, sebagai penjaga bumi yang diberi pengetahuan dan penelitian, manusia memikul tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan sebagai tugas yang melekat dalam kehidupan dan perilaku mereka.
Ketua MHM yang juga Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb bersama Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik, dan 28 pemimpin dan tokoh agama internasional telah menandatangani 'Panggilan Hati Nurani: Pernyataan Bersama Abu Dhabi untuk Perubahan Iklim'. Konselor Abdelsalam menegaskan bahwa peryantaan itu merupakan bentuk komitmen para pemimpin agama untuk mendukung aksi iklim global. Inti dari seruan ini adalah agar para pemimpin agama menjadi suara kolektif umat manusia, mendukung upaya para pemimpin dunia dan pengambil keputusan dalam mengatasi dampak perubahan iklim.
Sementara itu, Presiden Kongres Pemimpin Kristen Pendeta Johnnie Moore yang juga hadir sebagai pembicara mengatakan, “Paviliun iman di COP28 adalah momen bersejarah dan harus dipertahankan karena menyatukan orang-orang dari agama yang berbeda untuk membicarakan cara-cara mitigasi perubahan iklim. Forum ini sangat signifikan dan akan membuahkan hasil yang luar biasa. Sebagai orang yang beriman, kita harus mendidik diri kita sendiri mengenai isu-isu mengenai perubahan iklim dan perlindungan lingkungan agar dapat menyebarkan informasi yang benar kepada komunitas kita untuk menyelamatkan planet ini.”
MHM menyelenggarakan Paviliun Iman di COP28 bekerja sama dengan Kepresidenan COP28, Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan Uni Emirat Arab (UEA), dan Program Lingkungan PBB. Acara ini berlangsung dari 1 hingga 12 Desember di Expo City Dubai, UEA.
Paviliun ini menampilkan perwakilan sembilan agama yang berpartisipasi dalam sekitar 70 sesi dialog dengan lebih dari 300 pembicara dari seluruh dunia. Tujuannya, merumuskan visi bersama dan mengambil sikap terpadu di antara para pemimpin agama, cendekiawan, lingkungan hidup. para ahli, pemuda, perempuan, dan perwakilan masyarakat adat dalam mengatasi dampak buruk perubahan iklim.