Sekjen MHM Hadiri Konferensi Perubahan Iklim di Jenewa
Sekjen MHM Konselor Abdelsalam bicara perubahan iklim pada Konferensi di Jenewa
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam mengikuti konferensi dengan tajuk “Pembiayaan yang Bertanggung Jawab terhadap Iklim adalah Kewajiban Moral Untuk Anak-anak”. Konferensi ini berlangsung di Jenewa, Swiss.
Dalam sambutannya, Sekjen MHM menegaskan perlunya menyatukan langkah dalam menghadapi dampak negatif dari perubahan iklim. “Tanggung jawab keagamaan, moral, dan sosial kita mengharuskan kita untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan berat ini yang mengancam kehidupan di atas planet Bumi,” ujarnya di Jenewa, Swiss, Minggu (14/5/2023).
Sekjen MHM menilai bahwa langkah bersama tersebut juga penting untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan generasi mendatang.
Abdelsalam menyampaikan bahwa MHM yang diketuai oleh Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb telah melakukan sejumlah langkah untuk penguatan solidaritas dunia dalam mewujudkan solusi bagi isu perubahan iklim. MHM juga menyerukan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah kongkret dan praktis dalam meminimalisasi faktor-faktor penyebab perubahan iklim.
“Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani bersama oleh Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Vatikan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 2019 mengajak para pemimpin dan pengambil kebijakan dunia untuk segera melakukan langkah serius dalam menghadapi fenomena perubahan iklim dan mencari solusi yang efektif dalam melindungi planet Bumi," tegas Sekjen MHM.
Sekjen MHM juga menyampaikan bahwa dialog tokoh pemuka dan pemimpin agama yang diselenggarakan oleh MHM di Manama, Bahrain, antara Timur dan Barat pada November 2022, yang juga dihadiri Ketua MHM Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus merefleksikan kesadaran bersama di kalangan pemuka agama mengenai tanggung jawab moral agama dan tokoh agama dalam menghadapi tantangan global perubahan iklim.
“Para pemuka agama menyadari bahwa umat manusia di bumi ini merupakan satu keluarga besar yang harus bekerja sama dalam mengatasi dampak negatif perubahan iklim yang mengakibatkan krisis turunan di bidang ekonomi, kesehatan, pangan, dan lingkungan hidup,” katanya menambahkan.
Di akhir sambutan, Konselor Abdelsalam menyampaikan komitmen Majelis Hukama Muslimin mendukung upaya masyarakat dunia dalam mencari solusi yang tepat bagi persoalan krisis perubahan iklim. Seruan “Pembiayaan yang Bertanggung Jawab” dan seruan “Iman dan Ilmu” yang dihasilkan oleh pertemuan tokoh dan pemuka agama di Vatikan pada tahun 2021 merupakan suatu keniscayaan sekaligus bentuk tanggung jawab moral keagamaan yang perlu dilakukan oleh generasi mendatang.