Sekjen MHM: Ekstremisme Melintas Batas Internasional, Perlu Upaya Intelektual Mengatasinya
Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin Dr Sultan Al-Remeithi
Sekjen Majelis Hukama Al-Muslimin Sultan Al-Remeithi menggarisbawahi pentingnya peran intelektual dalam mencegah ekstremisme. Apalagi, gerakan ekstremisme telah melintas batas internasional.
Menurut Al-Remeithi, peran intelektual utamanya dalam proses pendidikan dan memberikan pencerahan kepada umat akan bahaya ekstremisme.
“Ekstrimisme telah melintasi batas-batas internasional melalui eksploitasi perubahan sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat yang seringkali kompleks," terang Al-Remeithi saat berbicara pada webinar tentang 'Memerangi Ekstremisme dan Ujaran Kebencian: Fajar Baru', Rabu (12/1/2022).
Acara ini diselenggarakan oleh TRENDS Research and Advisory Center, Mesir.
"Harus ada upaya intelektual bersama untuk mengatasi ekstremisme dengan mencerahkan dan mendidik orang untuk menghindari bencana menciptakan masyarakat yang merupakan inkubator untuk ekstremisme,” sambung Al-Remeithi.
Terkait hal ini, Al-Remeithi mengapresiasi kiprah Mesir yang terus mempromosikan toleransi serta melawan ujaran kebencian dan ekstremisme. Sekjen MHM ini mengakui peran dan kontribusi Presiden Mesir Abdel Fatah El Sisi dalam menerapkan strategi untuk membendung kebencian dan ekstremisme yang akan menjerumuskan seluruh wilayah ke dalam keadaan anarki.
Sebelumnya, saat berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Desember 2021, Al-Remeithi juga mengapresiasi toleransi masyarakat Indonesia. Dia bahkan mendorong agar Indonesia bisa berbagai inspirasi terkait praktik baik toleransi kepada masyarakat dunia.