Sekjen MHM: Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan Mewakili Puncak Dialog Antaragama
Sekjen MHM Mohamed Abdelsalam bicara pada
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menegaskan bahwa dialog antar pemeluk agama dan budaya yang berbeda merupakan salah satu isu terpenting dalam menghadapi tantangan dunia saat ini.
Menurutnya, situasi saat ini menunjukkan bahwa Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan mewakili puncak dialog antar agama. Dokumen tersebut juga menjadi salah satu langkah terpenting untuk membangun perdamaian dalam sejarah modern.
Pesan ini disampaikan Sekjen MHM saat menyampaikan pidato pada pembukaan Konferensi Internasional ke-7 tentang Dialog antara Budaya dan Agama dan Membangun Jembatan menuju Perdamaian, di Republik Ceko.
Hadir, Menteri Luar Negeri Ceko, para duta besar negara-negara yang tergabung dalam OKI, serta sejumlah intelektual.

Konselor Mohamed Abdelsalam menjelaskan Dokumen Persaudaraan Manusia ditandatangani oleh Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb, yang juga Ketua MHM, bersama pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus pada Februari 2019. Penandatanganan ini mendapat dukungan penuh dari Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Dewan Uni Emirat Arab.
“Penandatanganan dokumen ini merupakan peristiwa paling penting dalam sejarah hubungan antaragama dalam sejarah manusia modern,” terang Mohamed Abdelsalam di Ceko, Kamis (15/12/2022).
Sekjen MHM merinci, saat ini mulai muncul keinginan bersama untuk membimbing generasi mendatang agar dapat mengikuti jalan hidup berdampingan secara damai. Proyek persaudaraan kemanusiaan juga muncul, sebagai upaya mengubah kata-kata belaka di atas kertas menjadi tindakan nyata dalam masyarakat.
“Isi dari Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan sekarang diajarkan dalam kurikulum sekolah di seluruh dunia, dan setiap hari di ruang kelas di seluruh dunia, para siswa diperkenalkan dengan nilai-nilai persaudaraan manusia,” paparnya.
“Dokumen tersebut dipelajari oleh lebih dari 1,5 juta siswa di Institut Al-Azhar dan Universitas Al-Azhar Mesir. Berbagai universitas dan sekolah di Uni Emirat Arab, Lebanon, Italia, Amerika Serikat, dan lainnya juga telah memasukkan dokumen tersebut ke dalam kurikulum mereka. Bahkan, negara Timor Timur di Asia Tenggara telah mengadopsi dokumen tersebut sebagai deklarasi secara nasional,” sambungnya.
Konselor Abdelsalam menambahkan, hari penandatanganan dokumen tersebut, telah ditetapkan sebagai hari internasional yang dirayakan setiap tahun. Majelis Umum PBB telah mengadopsi Dokumen tersebut, dan mengeluarkan resolusi yang menetapkan 4 Februari sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional.
Dokumen Persaudaraan Manusia, lanjut Abdelsalam, juga telah mengilhami peluncuran penghargaan internasional yang dikenal sebagai Zayed Prize for Human Fraternity. Ini merupakan penghargaan global yang mengapresiasi serta mendukung individu dan organisasi yang mewujudkan nilai-nilai persaudaraan manusia. Sejak diluncurkan empat tahun lalu, penghargaan tersebut telah ikut mendukung upaya yang dilakukan para pemimpin senior dan aktivis masyarakat, khususnya Sekjen PBB dan sejumlah organisasi ternama di Eropa dan Haiti.

Abdelsalam juga menunjukkan bahwa MHM terus konsisten dalam menyerukan pentingnya kesadaran koeksistensi, hidup berdampingan secara damai, dalam pertemuannya dengan sejumlah perwakilan pemerintah dan lembaga negara. MHM mendorong para pejabat untuk lebih memilih perdamaian daripada konflik, dan mengedepankan diplomasi berdasarkan agama; yang mengintegrasikan dinamika keyakinan agama dalam upaya membangun perdamaian internasional. Hal ini penting untuk mencapai rekonsiliasi antara pihak-pihak yang berkonflik.
Sebagai informasi, awal tahun 2022, MHM telah menyelenggarakan pertemuan untuk membahas Dokumen Persaudaraan Manusia dan nilai-nilainya, dengan para duta besar Uni Eropa dan perwakilannya di Abu Dhabi. Acara tersebut merupakan kesempatan bagi para diplomat untuk memperdalam pengetahuan tentang promosi persaudaraan manusia dalam skala global dan di Eropa.
Konselor Abdelsalam juga menunjukkan bahwa Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan mewakili halaman baru yang ditulis dalam buku kemanusiaan. Ke depan, kerja sama akan menggantikan konflik, pengetahuan menang atas prasangka, serta perbedaan budaya, latar belakang, dan kepercayaan tidak lagi menjadi ancaman.
Abdelsalam juga menjelaskan pesan Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb tentang persaudaraan manusia sebagai "Prinsip yang ditetapkan oleh Tuhan untuk mengatur hubungan antara orang-orang yang berbeda." Pesan senada disampaikan Paus Fransiskus yang menggambarkan persaudaraan manusia sebagai “cakrawala baru kemanusiaan”.
“Kita semua harus bergandengan tangan untuk menulis babak baru dalam sejarah manusia ini, di mana kita bergandengan tangan, dan membangun jembatan komunikasi di jalan menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Mengakhiri pidatonya, Sekretaris Jenderal mengucapkan terima kasih kepada organisasi yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan konferensi ini, yang dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri Ceko, Organisasi Kerjasama Islam, Institut Hubungan Internasional, dan Yayasan Anna Lindh.