Sekjen MHM dan Presiden of the Inter-Parliamentary Union Sepakat Perlunya Regulasi Kriminalisasi Agama
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam dan Direktur Jenderal Kementerian Toleransi dan Koeksistensi UEA, Afra Al Sabri, bertemu dengan the Presiden of the Inter-Parliamentary Union, Duarte Pacheco.
Pertemuan tersebut berlangsung di markas Inter-Parliamentary Union di Jenewa, Senin (17/7/2023). Para pihak membahas upaya meningkatkan kerja sama dan mekanisme untuk mengatasi pelanggaran mencolok terhadap kesucian agama, serta mempromosikan toleransi, rasa hormat, dan penerimaan terhadap orang lain.

Dalam pertemuan itu, Sekjen MHM menekankan pentingnya memberlakukan undang-undang internasional yang dapat mengkriminalkan tindak penistaan agama dan penodaan kitab suci. Ia juga menyoroti pentingnya upaya bersama untuk menghadapi segala bentuk kefanatikan, kebencian, dan diskriminasi agama.
"Kebebasan berkeyakinan merupakan faktor vital yang mendasari hak asasi manusia. Meski demikian, menghina kitab suci tidak dapat dianggap sebagai ranah kebebasan berekspresi," tegasnya.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Kementerian Toleransi dan Koeksistensi UEA Afra Al Sabri. Dia menekankan pentingnya tidak melanggar atau menghina keyakinan dan kesucian agama orang lain. Uni Emirat Arab, kata Alfa Al Sabri, terus berupaya keras dalam mempromosikan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan.
"UEA adalah model perintis koeksistensi di dunia saat ini, di mana lebih dari dua ratus negara hidup bersama dalam harmoni dan perdamaian (di UEA)," terangnya.
the Presiden of the Inter-Parliamentary Union, Duarte Pacheco, mengutuk keras segala bentuk penodaan agama. Dia mendukung langkah UEA dalam mencegah tindakan semacam penodaan agama dan penghinaan terhadap kitab suci.

"Inter-Parliamentary Union secara aktif mengambil langkah-langkah praktis untuk mengatasi pelanggaran terhadap agama, simbol, dan kesucian agama tersebut," sebutnya.
Pacheco memuji upaya MHM dalam mempromosikan nilai-nilai dialog, perdamaian, dan koeksistensi, serta proyek mereka melawan diskriminasi agama. Dia juga mengapresiasi upaya Kementerian Toleransi dan Koeksistensi UEA, yang dipimpin Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, koeksistensi, perdamaian, dan persaudaraan manusia.
Pacheco menganggap UEA sebagai model koeksistensi yang patut dicontoh di antara para pengikut agama dan kepercayaan yang berbeda.