Sekjen MHM dan Ketum PBNU Bahas Peningkatan Sinergi untuk Kepentingan Dunia Islam
Pertemuan Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf di Jakarta
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf di Jakarta. Kedua pihak membahas peningkatkan kerja sama potensial demi kepentingan dunia Islam.
Sekjen MHM menyampaikan apresiasinya terhadap PBNU, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, atas upayanya di bidang dakwah, pendidikan, dan kerja sosial.
"Kantor regional Majelis Hukama Muslimin di Indonesia juga memiliki strategi yang jelas untuk bersinergi dengan PBNU dan ormas keagamaan lainnya dalam mempromosikan nilai-nilai kebaikan, keadilan, cinta, hidup berdampingan, dan perdamaian," jelas Konselor Abdelsalam di Kantor PBNU Jakarta, Kamis (5/10/2023).
"Termasuk bekerja sama untuk meningkatkan peran umat Islam dan ulama, serta menghidupkan kembali warisan Islam," sambungnya.
Ketua Umum PBNU mengucapkan selamat kepada Sekjen Abdelsalam atas pembukaan kantor regional MHM di Jakarta. Apresiasi juga disampaikan Ketum PBNU atas keberhasilan MHM menggelar Konferensi Agama dan Perubahan Iklim - Asia Tenggara.
Lebih lanjut, Gus Yahya, panggilan akrabnya, mengapresiasi upaya MHM di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb dalam mengkristalkan visi para pemimpin dan tokoh agama untuk menghadapi tantangan global, termasuk perubahan iklim. PBNU siap bekerja sama dengan MHM dalam berbagai proyek dan inisiatif yang melayani dunia Islam.
Ketua Umum Organisasi Nahdlatul Ulama juga memuji MHM dan upaya COP28 untuk mendirikan 'Paviliun Iman' untuk pertama kalinya dalam sejarah Konferensi Para Pihak. "PBNU juga akan berpartisipasi dalam pertemuan puncak global para pemimpin dan simbol agama mengenai isu perubahan iklim, yang akan diselenggarakan oleh MHM di Abu Dhabi pada November 2023," tandasnya.