Sekjen MHM dan Ketua Senat Uzbekistan Sepakat Dorong Penguatan Dialog Budaya dan Agama
Pertemuan Sekjen MHM dan Ketua Senat Uzbekistan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohammed Abdelsalam bertemu Ketua Senat Republik Uzbekistan Tanzila Narbaeva di Tashken, Uzbekistan, Rabu (22/11/2023). Kedua pihak membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam upaya mendorong dialog budaya dan agama, serta peran perempuan dalam membangun bangsa dan melestarikan nilai-nilai dalam masyarakat.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Duta Besar Persatuan Emirat Arab (PEA) untuk Uzbekistan Dr. Saeed Al-Qamzi dan sejumlah senator Uzbekistan, Sekjen MHM menekankan bahwa peradaban Uzbekistan memiliki kekhasan budaya dan keragaman seni serta kekayaan intelektual yang luar biasa. Uzbekistan merupakan salah satu pusat peradaban penting dalam sejarah Dunia Islam.
Disampaikan pula bahwa MHM yang diketuai oleh Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb memiliki perhatian besar terhadap warisan khazanah keilmuan dan budaya Islam dengan cara melestarikan, mengembangkan, dan mewariskannya kembali kepada generasi penerus.
Menurut Abdelsalam, MHM saat ini sedang mengerjakan banyak gagasan dan proyek yang bertujuan untuk menyebarkan agama Islam yang mengedepankan nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi melalui perhatian yang besar terhadap warisan budaya dan tempatnya di antara generasi.
Sekjen MHM juga menyampaikan terima kasihnya kepada Republik Uzbekistan yang telah menganugerahinya “Bintang Toleransi Beragama”. Ia mengapresiasi rancangan resolusi terkait “Pencerahan dan Toleransi Beragama” yang disiapkan oleh Republik Uzbekistan dan diserahkan oleh Presiden Shavkat Mirziyoyev pada tahun 2017 kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Negara-negara anggota dengan suara bulat mendukung rancangan tersebut pada 12 Desember 2018.
Konselor Abdelsalam menekankan bahwa keharmonisan Uzbekistan dalam merangkul banyak sekte dan agama merupakan contoh yang dapat ditiru oleh dunia dalam hal toleransi dan hidup berdampingan secara damai.
Sementara itu, Ketua Senat Republik Uzbekistan Tanzila Narbaeva menyambut baik kunjungan Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin dan rombongan yang bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan kerja sama di bidang budaya dan keagamaan untuk lebih meningkatkan kontribusi dalam menyebarkan prinsip-prinsip nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai.
Tanzila mengapresiasi peran MHM dalam mempromosikan perdamaian, menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan hidup berdampingan secara damai, serta meningkatkan peran para pemimpin agama dalam menghadapi tantangan global, terutama terkait isu perubahan iklim.
Tanzila mengapresiasi seruan global kepada para pemimpin dan pemuka agama terkait iklim yang ditandatangani oleh para pemimpin dan pemuka agama pada Pertemuan Puncak Pemuka Agama Dunia yang diselenggarakan oleh MHM di Abu Dhabi pada 6–7 November lalu.
Dia juga memuji upaya pemerintah Uni Emirat Arab dalam menyebarkan toleransi dan mempromosikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai antara berbagai budaya dan masyarakat. Ia memandang bahwa Uzbekistan dan Uni Emirat Arab memiliki kesamaan karena merangkul banyak warga negara dari latar belakang yang berbeda, baik budaya maupun agama, dalam kehidupan yang penuh toleransi dan harmoni. Senat Uzbekistan telah menyiapkan lebih dari 50 dokumen hukum yang menekankan pentingnya toleransi antaragama. Ada 16 agama yang diakui di Uzbekistan, semuanya memiliki hak dan perlakuan yang sama.
Di akhir pertemuan, Sekjen MHM menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Tanzila Narbaeva sebagai Ketua Senat Uzbekistan. Abdelsalam menyatakan rasa syukur dan bahagia atas adanya pemberdayaan perempuan di Dunia Islam, termasuk di Uzbekistan. Sementara itu, Tanzila Narbaeva mengucapkan selamat kepada Abdelsalam yang baru saja memperoleh penghargaan “Bintang Toleransi Beragama” dari pemerintah Uzbekistan. Abdelsalam adalah orang pertama dari luar negeri yang menerima medali peringkat tinggi ini. []