Sekjen MHM Bertemu Presiden Timor Timur, Tegaskan Peran Dokumen Persaudaraan Manusia Majukan Perdamaian Global
Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam bersama Presiden Timor Timur Jose Ramos Horta
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, Selasa (27/2/2024), bertemu dengan Presiden Timor Timur José Ramos-Horta. Pertemuan dua tokoh ini membahas cara-cara meningkatkan kerja sama dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menjajaki mekanisme untuk memperluas penerapan prinsip-prinsip Dokumen Persaudaraan Manusia, yang ditandatangani Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, di Abu Dhabi pada 2019. Hal ini termasuk meningkatkan kesadaran dan saling pengertian di antara berbagai agama dan sekte.
Presiden Republik Timor Timur menekankan bahwa penerapan prinsip-prinsip Dokumen Persaudaraan Manusia merupakan satu-satunya jalan yang benar untuk membangun masyarakat global berdasarkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan. José Ramos-Horta memuji upaya MHM, di bawah kepemimpinan Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, dalam membina komunikasi peradaban dan keagamaan, hidup berdampingan secara damai, dan pemahaman di antara beragam budaya dan masyarakat.
Presiden Ramos-Horta menyampaikan penghargaan kepada Uni Emirat Arab, yang dipimpin Syeikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, atas upaya terdepannya dalam menyebarkan dan mempromosikan perdamaian global dan hidup berdampingan.
Konselor Mohamed Abdelsalam menyoroti pentingnya mengembangkan visi bersama yang mewujudkan prinsip-prinsip persaudaraan manusia dan menerjemahkannya ke dalam inisiatif dan proyek nyata untuk mengatasi krisis kemanusiaan. Dia memuji tindakan Timor Timur di bawah kepemimpinan Presiden Ramos-Horta, termasuk diadopsinya Dokumen Persaudaraan Manusia sebagai dokumen nasional dan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan.
Sekjen MHM mengucapkan selamat kepada Presiden Timor Lorosa'e atas bergabungnya negara tersebut ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia, dan mendoakan Republik Timor Lorosa'e, kepemimpinannya, dan rakyatnya semakin maju, maju, dan sejahtera.
Pada akhir pertemuan, kedua pihak sepakat mengenai perlunya upaya terpadu, baik di tingkat internasional maupun regional, untuk menghadapi tantangan global yang menghambat pencapaian perdamaian dan hidup berdampingan. Mereka menegaskan kembali pentingnya para pemimpin dan organisasi agama dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan persaudaraan manusia serta meningkatkan dialog dan komunikasi antar budaya dan masyarakat.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Abdullah Salem Al Dhaheri, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan Duta Besar Non-Residen untuk Republik Timor Timur, serta Sheikha Khulood Al Qassimi, Penasihat Zayed Award untuk Persaudaraan Manusia.