Sekjen MHM Ajak Pemuda Contoh Persahabatan Grand Syekh Al-Azhar dan Paus Fransiskus
Sekjen MHM Mohamed Abdel Salam beri sambutan pada Konferensi Pemuda di Universitas Georgetown
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM), Konselor Muhamed Abdel Salam, mengajak para pelajar dan pemuda untuk belajar dari persahabatan dan persaudaraan Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb dengan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.
Menurut Abdel Salam, kedua tokoh dunia ini adalah teladan tentang bagaimana kemitraan antara orang-orang dari latar belakang dan agama yang berbeda dapat menjalin persahabatn dan mengubah wajah dunia.
Pesan ini disampaikan Abdel Salam saat memberikan sambutan pada konferensi "Mempromosikan Solidaritas antar Agama" yang diselenggarakan Universitas Georgetown bekerja sama dengan MHM dan Komite Persaudaraan Manusia.
Konferensi ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai negara di dunia dan berlangsung di Universitas Georgetown, Amerika, Senin (19/9/2022). Tujuannya, membangun solidaritas dan persaudaran berdasarkan Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Ketua MHM/Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Sri Paus Fransiskus pada 4 Februari 2019 di Abu Dhabi. Penandatanganan Piagam Persaudaraan ini didukung penuh oleh Presiden Uni Emirat Arab Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
"Saudara-saudara sebagai generasi muda, saya harapkan akan meninggalkan konferensi ini dengan harapan baru, antusiasme baru, untuk mempromosikan persaudaraan antarmanusia dan sikap saling mengerti dengan ‘pihak lain yang berbeda’. Kita harus melihat pihak lain' sebagai saudara atau saudari kita dalam kemanusiaan,” pesan Abdel Salam.

Di kesempatan yang sama, Menteri Urusan Pemuda Uni Emirat Arab, Shamma Al Mazroui, berbagi kisah keteladanan pendiri Uni Emirat Arab dalam mengokohkan persaudaraan manusia.
“Saya senang berbagi kisah inspiratif dan pelajaran dari perjalanan pendiri UEA Syekh Zayed bin Sultan kepada berbagai kelompok mahasiswa di Georgetown University. Perjalanan hidupnya telah menjadi contoh yang patut diteladani dalam mengukuhkan persaudaraan dan kemanusiaan," ujarnya.
"Warisannya dalam menyebarkan cinta di antara bangsa dan individu di antara kita semua akan tetap terkenang dan diterima dari generasi ke generasi," sambungnya.
Dalam konferensi ini, Ketua MHM Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, turut memberikan sambutan melalui rekaman. Turut hadir juga sebagai pembicara, Kepala Departemen Dialog Antaragama di Tahta Suci Kardinal Miguel Angel Ayuso Jaixot, mantan Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Hussein Al-Mahrasawy, dan peneliti senior di Universitas Georgetown pada Pusat Penelitian Agama Berkeley, Perdamaian, di Universitas Georgetown Catherine Marshall.
Hadir pula, Rektor Universitas Georgetown John Joseph DeGioia, Wakil Rektor untuk Keterlibatan Global dan Direktur Pusat Perdamaian Berkeley Thomas Banshoff.