Sekjen Majelis Hukama Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas di Kazakhstan
Sekjen MHM Mohamed Abdelsalam Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Universitas di Kazakhstan
Sekjen Majelis Hulama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam mendapat gelar Profesor Kehormatan dari Jamiatul 'Ulum Al-Insaniyyah wal Qanun KAZGUU, Jumat (11/11/2022). Ini merupakan salah satu perguruan tinggi ternama di Kazakhstan.
Gelar Profesor Kehormatan diberikan kepada Abdelsalam sebagai penghargaan atas usahanya dalam mempromosikan dialog dan koeksistensi manusia.

"Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Jamiatul 'Ulum Al-Insaniyyah wal Qanun KAZGUU yang bergengsi karena telah memberikan saya sebuah kehormatan, jabatan profesor," terang Konselor Abdelsalam saat menyampaikan pidato berjudul "Dialog Pembangunan Perdamaian Berbasis Hukum di Tengah Tantangan Global".
Abdelsalam mengaku terhormat dengan penghargaan ini. Apalagi itu berkaitan dengan pendidikan, yang merupakan peran paling terhormat dalam kehidupan.

Pembimbing Abdelsalam menambahkan bahwa pentingnya kehormatan ini juga tercermin dari tempat upacara penghormatan, yaitu Auditorium Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan (alm). Menurutnya, Syekh Zayed adalah tokoh terkemuka yang bekerja dengan tekun dan jujur untuk membangun nilai-nilai toleransi dan pluralisme dalam masyarakatnya, serta membentuk teladan dan kepeloporan dalam toleransi dan hidup berdampingan.
"Ini adalah Uni Emirat Arab, yang dulu dan masih membawa obor melayani penyebab perdamaian dan toleransi di seluruh dunia," terang pembimbing Abdelsalam.
Kembali ke pidato Sekjen MHM, dia juga menekankan pentingnya berkomunikasi dengan kaum muda. Mereka adalah energi terbarukan dan sumber harapan permanen, terutama para mahasiswa sains yang mewakili sumber vitalitas dalam gagasan, kompleks ambisi dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Menurut Abdelsalam, masa depan di semua bidang kehidupan, menunjukkan bahwa dialog dengan orang-orang muda dan pertukaran visi dan ide dengan mereka lebih penting. Dialog tentang apa yang kita butuhkan saat ini di era disrupsi dan banjir besar informasi, di mana pikiran tersapu oleh sungai informasi yang gelisah, merampas refleksi dan kebijaksanaan.

Mereka, kata Abdelsalam, yang memungkinkan mengajukan pertanyaan yang lebih dalam dan lebih penting, dan menghasilkan visi yang membuka cakrawala pemikiran untuk masa depan yang lebih baik bagi manusia.
Konselor Abdelsalam menyatakan bahwa MHM sangat mementingkan pemuda untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan koeksistensi manusia. MHM didirikan berangkat dari semangat untuk menghadapi tantangan yang dihadapi dunia dari visi yang menganggap keadilan sebagai landasan perdamaian dan kondisi untuk pembangunan dan kelangsungannya.
Upaya MHM tersebut menghasilkan sejumlah inisiatif global yang merupakan peristiwa besar untuk pelayanan kemanusiaan, dan memuncak dalam penandatanganan Dokumen Sejarah Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi. Dokumen ini ditandatangani oleh Imam Akbad Prof Dr. Ahmed Al-Tayeb yang juga Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua MHM, bersama saudaranya, Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik.
Penandatanganan dokumen ini sepenuhnya berada di bawah perlindungan Syeikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab.

Di akhir sambutannya, Sekjen MHM menyerukan kepada para pemuda muslim untuk menunjukkan harapan dan tekad untuk terus maju di jalan ilmu pengetahuan, dan berpegang pada nilai-nilai agama. Sehingga, mereka dapat menghadapi tantangan, dan percaya pada kemampuannya untuk menghadapinya, dengan apa yang telah Tuhan titipkan dalam dirinya, berupa energi dan kemampuan, serta anugerah semangat keimana dan cahaya ilmu.
"Ini adalah aset paling berharga dan amanah paling berharga yang disandang para pemuda untuk masa depan yang lebih baik," tandasnya.