Sambangi Stan Pameran MHM, Mendes PDTT: Bukunya Bagus-Bagus, Senang Majelis Hukama Bisa Gabung
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar tinjau stan pameran MHM di IIBF 2022, JCC Senayan, Jakarta.
Majelis Hukama Muslimin (MHM) kembali ikut serta dalam Internasional Islamic Book Fair (IIBF) di JCC Senayan, Jakarta. IIBF dibuka hari ini oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Abdul Halim Iskandar.
Usai pembukaan, Mendes PDTT menyempatkan berkeliling dan meninjau stan pameran MHM. “Bukunya bagus-bagus, senang Majelis Hukama bisa bergabung dalam pameran,” terangnya di Jakarta, Rabu (9/11/2022).
Dalam kesempatan itu, Mendes PDTT mendapat buku Al-Imam wal Baba wat-Thariq as-Sa’b. Buku karya Sekjen MHM Mohamed Abdelsalam ini telah diterjemahkan dengan judul Imam Akbar, Sri Paus, dan Jalan yang Sulit. Buku ini merupakan kesaksian sejarah sang penulis yang mengikuti seluruh tahapan proses kelahiran Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Syekh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.

Piagam Persaudaraan Manusia ini ditandatangani oleh dua tokoh agama dunia itu pada Februari 2019. Penandatanganan Piagam Persaudaraan Manusia itu sendiri terselenggara atas dukungan Presiden Uni Emirat Arab Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Pameran internasional untuk buku-buku keislaman ini akan berlangsung lima hari, 9 – 13 November 2022. “Ini adalah keikutsertaan Majelis Hukama Muslimin yang kali ketiga dalam IIBF di Indonesia,” terang Direktur MHM Cabang Indonesia Muchlis M Hanafi.
Menurutnya, keikutsertaan MHM di setiap IIBF berangkat dari misi MHM yang diketuai Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, untuk mengukuhkan kehidupan damai, menanamkan nilai dan budaya dialog dan toleransi, membangun jembatan komunikasi dan kerja sama antarasesama umat manusia dengan pelbagai latar keberagamannya.
"Kami mengundang pengunjung pameran untuk mengunjungi stan khusus MHM di JCC Senayan, stan nomor 64," tandasnya.
Dalam IIBF 2022, MHM menyajikan sejumlah buku yang meluruskan pemahaman keliru tentang konsep tertentu dalam ajaran Islam, serta mengkonter narasi kebencian, rasisme, dan fanatisme kelompok atau golongan. Buku-buku yang dipamerkan MHM juga menawarkan solusi dalam menghadapi fenomena ekstremisme.
“Narasi yang diusung MHM adalah menebar nilai-nilai kebaikan, cinta kasih, perdamaian, dan hidup berdampingan secara rukun atau koeksistensi," ujar Muchlis.
Buku-buku yang dipamerkan sebagian besar berbahasa Arab. Namun, ada juga yang berbahasa Inggris dan Indonesia. Di antara judul buku yang dipamerkan adalah Al-Qawl al-Thayyib dan Muqawwimât al-Islâm yang ditulis Ketua MHM Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar. Selain itu, juga ada buku Al-Hubb fî al-Qur’ân al-Karîm (Cinta dalam Al-Qur’an) karya Pangeran Ghazi Al-Hasyimi, salah seorang anggota MHM.
Juga ada buku Al-Luma‘ fî ar-Radd ‘alâ az-Ziyaghi wa al-Bida‘ (yang mengkonter pemikiran menyimpang dan bidah) yang ditulis oleh Imam Al-Asy’ari dan ditahkik oleh Prof. Dr. Hasan Syafii, anggota MHM. Buku lainnya adalah Al-Insân wa al-Qiyam wa at-Tashawwur al-Islâmiy karya almarhum Dr. Mahmoud Hamdy Zakzuk, mantan anggota MHM; dan Al-‘Alâqât ad-Dawliyyah fî al-Islâm (hubungan internasional dalam Islam) yang ditulis oleh Syekh Muhammad Abu Zahrah.