Rumah Bersama Keluarga Mesir dan Ikhtiar Membiasakan Budaya Damai
Berdiri pada 2011, Bayt al-‘A’ilah al-Mishriyyah (Rumah Bersama Keluarga Mesir) akan berusia 10 tahun. Gagasan mendirikan Rumah Bersama Keluarga Mesir ini berasal dari Syekh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb yang juga ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM). Gagasan itu mendapat sambutan baik dari pemimpin Gereja Ortodoks Mesir Paus Shenounda III dan Patriark Tahta St. Mark.
Tahun ini, Al-Azhar dan Gereja Ortodoks Mesir akan menyelenggarakan perayaan bersama atas sepuluh tahun berdirinya Bayt al-‘A’ilah al-Mishriyyah (Rumah Bersama Keluarga Mesir). Perayaan akan digelar pada Senin, 8 November 2021. Menurut rencana, Imam Akbar Al-Azhar Prof. Dr. Amhad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, dan Paus Koptik Tawadrus II akan menghadiri perayaan tersebut.
Dikutip dari @AlAzhar, Kamis (4/11/2021), Rumah Bersama Keluarga Mesir merupakan sebuah inisiatif untuk menerapkan nilai-nilai luhur dan titik temu antara beragam agama, kepercayaan, kebudayaan, dan peradaban di Mesir. Hal itu kemudian diejawantahkan dalam aksi dan program pendidikan moral dan pemikiran yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Program ini juga ingin mengajak semua warga tanpa membedakan latar belakang agamanya untuk membiasakan budaya damai dan menjauhi kebencian dan kekerasan.
Tujuan utamanya, memelihara kesatuan bangsa dan kepribadian bangsa Mesir.
Selain itu, Rumah Besar Keluarga Mesir juga memiliki tujuan menggali nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh agama Islam dan Kristen untuk kemudian mengajak semua warga negara-bangsa, muslim dan nonmuslim, menerapkan nilai-nilai bersama itu dengan saling menghormati perbedaan yang ada.
Imam Akbar Al-Azhar memandang bahwa Rumah Bersama Keluarga Mesir merupakan salah satu model penerapan konsep al-muwâthanah untuk memelihara kesatuan dan keutuhan sesama warga negara. “Rumah Bersama Keluarga Mesir memiliki peran penting dalam menerapkan butir-butir Piagam Persaudaraan untuk meneguhkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi,” kata Imam Akbar pada suatu kesempatan.
Rumah Bersama Keluarga Mesir dipimpin bersama oleh Syekh Al-Azhar dan Paus Gereja Ortodoks dan beranggotakan sejumlah tokoh agama Islam yang ditunjuk oleh Syekh Al-Azhar dan tokoh-tokoh agama Kristen yang ditunjuk oleh Paus Gereja Ortodoks Mesir.