Rektor UIN Surakarta: Tugas Tokoh Agama Ciptakan Narasi Damai dan Utamakan Khusnudzan
Rektor UIN Surakarta Prof Mudofir
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta Prof Mudofir mengajak para tokoh agama untuk menciptakan narasi damai dan mengutamakan baik sangka (khusnudzan).
Pesan ini disampaikan Mudofir saat memberikan sambutan pembukaan pada Seminar Persaudaraan Manusia di kampusnya, Surakarta. Seminar ini digelar atas kerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin (MHM) cabang Indonesia dalam rangka memperingati Hari Persaudaraan Manusia Internasional.
Sebelumnya, MHM Cabang Indonesia juga berpartisipasi dalam seminar sejenis yang diselenggarakan Universitas Atma Jaya, Jakarta. Seminar Persaudaraan Manusia juga diselenggarakan MHM Cabang Indonesia di Bangli, bekerja sama dengan Universitas Hindu Negeri (UHN) Denpasar-Bali.
Menurut Modofir, perdamaian dunia akan terwujud jika ada perdamaian antar agama dan perdamaian antar manusia. Karenanya, perlu ada kesadaran bersama bahwa umat manusia memiliki masalah yang sama dan diperlukan kolaborasi antar agama dalam menyajikan ajaran agama secara terbuka dan mau hidup bersama dalam koeksistensi damai.
“Tugas tokoh agama, menciptakan narasi yang damai dengan cara mengutamakan khusnudzan ketimbang suudzan. Di situlah kita akan mampu menghadapi situasi ini,” terang Mudofir di Surakarta, Kamis (2/2/2023).
Dijelaskan Mudofir, sejarah manusia sejak 150ribu tahun yang lalu, mengalami pasang surut konflik dan perdamaian. Bahkan, hampir 80% dari rentang masa itu, dihabiskan umat manusia untuk belajar dari siklus konflik dan consensus yang terjadi silih berganti.
“Hari Persaudaraan Manusia memberi pesan akan pentingnya kesadaran bahwa hidup bersama adalah suatu zona yang harus diciptakan. Konflik tidak akan pernah selesai selama masing-masing individu, masing-masing agama merasa terancam. Kita patut menyuarakan bahwa konflik dunia harus diselesaikan dan mengedepankan keselamatan manusia,” tegasnya.
Mudofir berterima kasih dipilih menjadi tuan rumah Seminar Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Dia berharao seminar ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus mengedepankan kebersamaan dan kerja sama demi keberlanjutan hidup.
“Krisis lingkungan juga berpotensi memunculkan konflik besar. Agama harus hadir di tengah-tengah, bukan justru menciptakan disintegrasi serta mengedepankan suudzan dan kepentingan kelompok. Ini harus diajarkan, dimulai dari perguruan tinggi,” pesannya.
“Kampus UIN Surakarta siap menjadi bagian oraganik dari agen-agen penciptaan perdamaian dunia,” tandasnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari beragam latar belakang agama. Hadir, Syekh Abdul Aziz Mahmud Abdul Aziz Zaid (Universitas Al Azhar-Mesir), Romo Agustinus Heri Wibowo, Pr. SH. (Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI) Romo Dr. Aloys Budi Purnomo, Pr. (Unika Semarang) KH Taslim Sahlan (Ketua FKUB Jawa Tengah) Summartono Hadinoto (Penerima Award Religion Freedom Bussines Foundation UNAOCC-PBB) Pdt. Izak Lattu, Ph.D (UKSW Salatiga) Bhikku Dhammamito (Wakil Ketua Bhikku Pembina Umat Buddha DIY) dan Ida Bagus Komang Suarnawa, M.Pd.H (Ketua PDHI Surakarta).