Raja Malaysia dan Grand Syekh Al-Azhar Tekankan Perlunya Penguatan Sinergi Tanamkan Nilai Dialog dan Koeksistensi
Raja Malaysia, Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar bersama Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al Tayeb
Raja Malaysia Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar menyambut kunjungan Syekh Al-Azhar/Ketua Majelis Hukama Muslimin Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb di istana kerajaan, Kamis (04/07/2024). Kedua pemimpin itu menyatakan perlunya penguatan kerja sama dalam menanamkan nilai-nilai dialog dan koeksistensi.
Pada awal pertemuan, Raja Malaysia menyambut kunjungan Syekh Al-Azhar seraya menyampaikan apresiasi tinggi rakyat Malaysia atas langkah dan upaya Syekh Al-Azhar dalam menyebarkan pesan toleransi, menghormati dan menerima pihak lain yang berbeda. Raja Malaysia menyampaikan bahwa dirinya memutuskan untuk membatalkan kunjungannya ke negara bagian Johor demi menyambut kedatangan Syekh Al-Azhar hari ini. Selain itu, Raja Malaysia juga memuji langkah yang ditempuh oleh Al-Azhar dan Majelis Hukama Muslimin dalam penguatan kehidupan yang damai dan memperkenalkan pemahaman Islam yang benar sekaligus meluruskan pandangan yang keliru tentang Islam, memerangi pemikiran ekstrem, dan peningkatan peran pemuka dan tokoh agama dalam menghadapi pelbagai tantangan global.
Sementara itu, Seyekh Al-Azhar/Ketua MHM menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penyambutan hangat dan penuh cinta kasih yang ia rasakan dalam kunjungannya di Malaysia. Syekh Al-Azhar juga memuji model keberagamaan dan peradaban Islam yang dikembangkan oleh Malaysia dalam hal keanekaragaman dan sikap saling menghormati serta sikap Malaysia yang mendukung persoalan umat Islam.
Syekh Al-Azhar/Ketua MHM menyampaikan ucapan selamat kepada Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar atas penetapannya sebagai Raja Malaysia seraya mendoakan semoga Malaysia terus mengalami kemajuan pada masa kepemimpinan Raja Sultan Ibrahim. Syekh Al-Azhar juga menyampaikan rasa bahagianya dapat berkunjung ke Malaysia untuk pertama kali sejak dirinya ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Al-Azhar. Menurutnya, Malaysia merupakan contoh nyata negeri muslim yang mampu mencapai kemajuan berkelanjutan. Syekh Al-Azhar juga menyampaikan rasa bangga Al-Azhar atas hubungan baik yang telah terjalin lama dengan dengan Malaysia di mana pelajar dan mahasiswa Al-Azhar asal Malaysia merupakan faktor penting dan utama dalam menentukan kemajuan hubungan tersebut.
Syekh Al-Azhar menekankan bahwa Al-Azhar siap untuk menambah jumlah utusan (mab’uts) Al-Azhar yang dikirim ke Malaysia, menambah jumlah beasiswa untuk mahasiswa Malaysia yang menuntut ilmu di Al-Azhar. Di samping itu, Al-Azhar juga siap menerima dai dan imam-imam masjid Malaysia untuk mengikuti pelatihan di Akademi Al-Azhar untuk Pelatihan Imam dan Dai, serta membuka peluang-peluang kerja sama baru dengan Malaysia sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat Malaysia.
Pada kesempatan itu, Syekh Al-Azhar menyampaikan pula eksperimen Al-Azhar dan Majelis Hukama Musliminn dalam menanamkan dan menguatkan nilai-nilai dan budaya dialog, koeksistensi, persaudaraan, dan pembauran positif yang ditandai dengan penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia bersama pemimpin Gereja Vatikan Paus Fransiskus pada tahun 2019. Hal itu, kata Syekh Al-Azhar, mengembalikan lagi hubungan baik antara Al-Azhar dan Vatikan.
Syekh Al-Azhar juga menyinggung keberhasilan pembentukan apa yang dinamakan dengan “Rumah Besar Keluarga Mesir” yang merupakan inisiatif Al-Azhar bersama gereja-gereja Mesir. Dikatakannya bahwa inisiatif tersebut saat ini sudah mulai dirasakan buahnya oleh masyarakat Mesir berupa pembaruan nyata dan positif dan sikap saling mencintai dan menyayangi di antara pelbagai lapisan masyarakat Mesir.
Syekh Al-Azhar menyampaikan bahwa Al-Azhar, bekerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin, memberikan perhatian besar pada upaya penyatuan dan pemersatuan umat Islam, penguatan dialog internal umat Islam, dan peningkatan peran pemuka dan tokoh agama dalam menghadapi pelbagai tantangan kontemporer umat manusia seperti isu perubahan iklim, isu kemiskinan, dan tantangan pembangunan.