Promosikan Koeksistensi dan Lawan Ekstremisme, MHM Dukung Program Beasiswa Azadi di Pakistan
Diskusi Program Beasiswa Azadi di Pakistan
Sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan untuk mempromosikan toleransi dan hidup berdampingan secara damai, Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi dalam sesi kedua Program Beasiswa Azadi (Azadi Fellowship Programe), yang diadakan di Islamabad, Pakistan, 17 - 25 Mei 2024.
MHM dalam giat ini bekerja sama dengan Internasional Dewan Penelitian Urusan Agama (IRCRA), Institut Penelitian Islam, Universitas Islam Internasional, Pusat CVE Paigham-e-Pakistan, Pusat Keunggulan Khyber Pakhtunkhwa dalam Melawan Ekstremisme Kekerasan (KPCECVE), National Endowment for Democracy, dan organisasi Resala di Pakistan.
Melalui siaran pers, Minggu (19/5/2024), MHM menjelaskan bahwa pada 2024, program ini melibatkan 25 pemuda dan pemudi dari berbagai sekte dan keyakinan agama untuk menanamkan tradisi dialog agama dan budaya, serta mendukung upaya untuk mendorong hidup berdampingan secara damai (koeksistansi), serta memerangi ujaran kebencian dan ekstremisme. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan pembangunan perdamaian global melalui ceramah dan lokakarya pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai toleransi, komunikasi, dan saling menghormati.
“Program ini berupaya mengembangkan strategi yang efektif untuk mengatasi permasalahan sosial dan budaya dalam masyarakat dengan latar belakang budaya, sosial, etnis, dan agama yang beragam,” sebut MHM dalam keterangan persnya.
Sejumlah pembicara dijadwalkan hadir dalam kegiatan ini, antara lain: pejabat, duta besar, pemikir, dan tokoh agama. Misalnya, Duta Besar Perancis untuk Pakistan Nicolas Galey, Konsul Jenderal AS Shante Moore dari Konsulat Jenderal AS di Peshawar, dan Direktur Jenderal Lembaga Penelitian Islam di Islamabad Dr. Muhammad Zia-ul-Haq. Program ini juga akan menampilkan lebih dari 100 pemimpin agama, intelektual, dan advokat untuk promosi dan penguatan nilai-nilai persaudaraan dan toleransi manusia.
Program ini akan berlangsung selama seminggu. Ada sejumlah sesi dialog interaktif yang berfokus pada berbagai topik, yaitu: mengatasi tantangan multikulturalisme untuk mencapai hidup berdampingan dalam masyarakat yang beragam, teknik resolusi konflik untuk mengelola krisis dan mengatasi meningkatnya kekerasan, ujaran kebencian, dan ekstremisme sekaligus meningkatkan kapasitas dan ketahanan generasi muda untuk menghadapi tantangan global kontemporer.
Selain itu, forum ini juga akan menjajaki jalur akademis dan komunitas yang diperlukan untuk memperkuat upaya yang bertujuan membangun nilai-nilai pemahaman, perdamaian, persaudaraan manusia, dan saling menghormati.
MHM berkomitmen untuk memberdayakan generasi masa depan untuk berkontribusi dalam mempromosikan toleransi, perdamaian, dan hidup berdampingan secara damai di antara berbagai budaya dan agama. MHM berupaya mencapai hal ini melalui berbagai inisiatif dan proyek, antara lain: Emerging Peacemakers Forum, Human Fraternity Fellowship Programme, Ethics Education Fellowship Programme, dan inisiatif lain yang bertujuan meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan perdamaian demi masa depan umat manusia yang lebih baik.