Prof Nasaruddin: Masjid Rumah Kemanusiaan
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar menyampaikan pesan bahwa masjid adalah rumah kemanusiaan. Masjid bukan hanya menjadi rumah bagi umat Islam.
Pesan ini disampaikan Prof Nasaruddin saat Khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/1/2022).
"Masjid adalah rumah kemanusiaan, bukan hanya rumah umat Islam. Seperti Masjid Nabi, meski kecil, banyak dikunjungi tamu lintas agama," tutur Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.
Prof Nasar, panggilan akrabnya, berkisah bahwa Rasul pernah kedatangan 60 tokoh lintas agama, dipimpin Abdul Masih. Di antara mereka, ada Abu Haritsah, Alharis, Zaid, 'Amr, dan Yohanes. Mereka bertamu di waktu antara Asar dan Magrib, dan diterima di Masjid Nabi. "Mereka disuguhi minuman oleh Rasulullah," ujar Prof Nasar.
"Mereka tetap menggunakan pakaian yang sopan. Mereka gunakan jubah kebesarannya masing-masing, bertamu ke Rasulullah di masjid," sambungnya.
Dijelaskan Prof Nasar, masjid bagi Rasulullah memiliki peran sangat sentral. Masjid bukan saja untuk diberdayakan oleh masyarakat, tapi juga memberdayakan masyarakatnya.
Masjid Nabi menjadi sentral point masyakarat Islam di masa awal. Seluruh urusan penting dalam dan luar negeri diputuskan di masjid Nabi.

Misalnya, lanjut Prof Nasar, Masjid Nabi berfungsi sebagai rumah sakit. Korban luka perang, dijahit di masjid. Tumit Ali ketika terkena panah, dicabut di masjid.
"Masjid nabi juga menjadi rumah pendidikan, keterampilan, seperti samak kulit, tukang jahit, tukang besi, dan lainnya," terang KH Nasar.
"Masjid nabi juga digunakan untuk latihan perang dan bela diri," sambungnya.
Bahkan, menara Masjid Nabi digunakan untuk mengecek kondisi masyarakatnya, melalui asap dari rumah-rumah warga. Ketika ada dapur rumah yang tidak mengepulkan asap, akan ditanya kondisinya. Jika tidak ada makanan yang dimasak, akan dibantu. Jadi menara masjid bukan hanya simbol kemegahan, tapi juga untuk mengontrol rumah mana yang tidak berasap dapurnya.
"Sahabat pernah menemukan perempuan tua Yahudi kelaparan. lalu Nabi meminta untuk ambil bantuan dari Baitul Mal untuk diberikan kepadanya. Semua perut lapar, jangan bedakan agamanya, itu perlu dibantu," pesannya.
"Mari memakmurkan dan memberdayakan masjid agar bisa memberdayakan masyarakat," tandasnya.