Pesan Sekjen MHM ke FPPP: Waspadai Mereka yang Mengeksploitasi Agama Sebagai Kedok Agenda
Sekjen MHM Konselor Abdelsalam beri sambutan pada penutupan FPPP angkatan II
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslim (MHM) Konselor Mohamed Abdelsalam memberikan pesan khusus kepada peserta Forum Pemuda Pelopor Perdamaian (FPPP) angkatan II. FPPP berlangsung di Jenewa, Swiss, 6 - 14 Juli 2023.
Abdelsalam berpesan agar 50 peserta FPPP dari 24 negara ini berhati-hati terhadap individu, lembaga, organisasi, dan entitas yang mengeksploitasi agama untuk kepentingan politik mereka sendiri, agenda ekonomi atau agama.
Hal ini ditegaskan Sekjen MHM saat memberikan sambutan pada upacara wisuda FPPP angkatan II, Jumat (14/7/2023). Abdelsalam menegaskan bahwa agama adalah ekspresi sifat manusia, jauh dari kekerasan, ekstremisme, perang, konflik, dan intimidasi. Dia menunjukkan bahwa keadaan dan ideologi yang diadopsi oleh entitas tertentu adalah pemicu utama dari tindakan mengeksploitasi agama sebagai kedok untuk agenda bayangan mereka.
Konselor Abdelsalam mengimbau para wisudawan untuk melanjutkan perjalanannya sebagai pembawa damai. Dia juga menegaskan bahwa peserta FPPP patut bangga dan percaya diri dengan kemampuan mereka untuk menciptakan perdamaian.

"Manjelis Hukama Muslimin, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al-Azhar dan anggota MHM lainnya yang terhormat, terus berupaya untuk membangun kemitraan yang tulus dengan para lulusan untuk mempromosikan perdamaian di seluruh dunia," jelasnya.
Mohamed Abdelsalam menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, atas keyakinannya yang tak tergoyahkan pada kaum muda dan kemampuan mereka untuk melakukan perubahan positif. Dia juga berterima kasih kepada Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik, atas dukungannya terhadap Dokumen Persaudaraan Manusia, yang mewakili tujuan bersama yang selama ini terus diperjuangkan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Abdelsalam kepada Dr. Justin Welby, Uskup Agung Canterbury, yang telah menjadi pendukung setia forum tersebut sejak edisi pertama. Dia juga menyampaikan penghargaannya kepada Yang Mulia Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, Menteri Toleransi dan Koeksistensi Uni Emirat Arab, atas dukungannya terhadap program toleransi dan menjadi mitra utama MHM. Sheikh Nahyan juga memberikan dukungan penuh kepada penyelenggaraan FPPP.
Sebagai penutup, Konselor Mohamed Abdelsalam mengapresiasi dua mitra MHM dalam penyelenggaraan FPPP, yaitu Dewan Gereja Dunia dan Yayasan Rose Castle. Keduanya telah ikut berupaya dan berkontribusi dalam mensukseskan penyelenggaraan FPPP angkatan II.

Dalam penutupan FPPP angkatan II ini, Pendeta Dr. Richard Sudworth, Sekretaris Urusan Antar Agama untuk Uskup Agung Canterbury dan Penasihat Urusan Antar Agama Nasional menyampaikan pidato atas nama Dr. Justin Welby, Uskup Agung Canterbury. Richard Sudworth menekankan tantangan dunia saat ini yang terus berubah. Dia juga berpesan akan pentingnya pemuda dalam menghadapi tantangan tersebut.
Richard Sudworth berharap agar persahabatan yang terbentuk selama forum tersebut dapat melampaui batas dan benua. Persahabatan itu mampu menumbuhkan pemahaman, menghormati perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai.
Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, juga mengakui peran penting para pemuda pelopor perdamaian dalam mengusulkan solusi kreatif untuk tantangan yang dihadapi dunia saat ini. Dia mengucapkan selamat kepada para peserta atas kelulusan mereka. Filippo menyebut mereka sebagai pahlawan masa depan.
Pendeta Prof Dr Jerry Pillay, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, menyambut semua peserta dan wisudawan. Dia menekankan perlunya membangun landasan bersama untuk dialog, diskusi, keadilan, dan memperoleh pengalaman yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan yang terkait dengan pembawa damai.
Sementara itu, wisudawan FPPP angkatan II mengungkapkan kebahagiaan mereka dapat berpartisipasi dalam forum penting ini. Mereka juga menyampaikan penghargaan atas upaya MHM dalam mempromosikan dan meningkatkan nilai-nilai perdamaian, toleransi, dan koeksistensi.
Mereka menganggap partisipasi dalam FPPP sebagai titik balik dalam kehidupan mereka, yang memungkinkan untuk secara aktif berkontribusi dalam memajukan dan memperkuat perdamaian.
Upacara wisuda forum tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat, termasuk Dato Dr. Koutoub Sano, anggota MHM, mantan Menteri Agama dan Menteri Kerjasama Internasional di Guinea, Sekretaris Jenderal Akademi Fiqh Islam Internasional; Dr. Ali bin Rashid Al Nuaimi, Ketua Komite Pertahanan, Dalam Negeri, dan Luar Negeri di Dewan Nasional Federal UEA dan Presiden Dewan Komunitas Muslim Dunia; Yang Mulia Ahmed Al Jarman, Perwakilan Tetap Uni Emirat Arab untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa; Yang Mulia Afra Al Saberi, Direktur Jenderal Kementerian Toleransi dan Koeksistensi UEA; dan Adama Dieng, mantan Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Penasihat Khusus MHM.