Perkuat Persaudaraan Manusia, Majelis Hukama Muslimin Lanjutkan Prakarsa “Dialog Timur-Barat”
Sidang tahunan Majelis Hukama Muslimin (MHM) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (30/11/2021). (foto: @AlAzhar)
Majelis Hukama Muslimin (MHM) memutuskan akan memulai kembali prakarsa Dialog Timur dan Barat untuk memperkuat persaudaraan manusia. Keputusan ini disepakati dalam sidang tahunan MHM yang diselenggarakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa (30/11/2021).
Sidang tahunan ini dipimpin Ketua MHM Imam Akbar Ahmad Al-Tayeb yang juga Syekh Al-Azhar. Sidang menyepakati agenda konferensi internasional dengan tema ‘Dialog Timur dan Barat untuk Persaudaraan Manusia’ yang akan diselenggarakan di Manama, Bahrain, pada tahun 2022. Konferensi ini semula akan digelar pada Maret 2020, namun tertunda akibat wabah Covid-19.
Ketua MHM Syekh Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya atas prakarsa pemerintah Kerajaan Bahrain di bawah pimpinan Raja Hamad bin Isa bin Salman Al Khalifa yang bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang tahunan MHM sekaligus penyelenggaraan konferensi dan Dialog Timur dan Barat untuk Persaudaraan Manusia tahun 2022.

“Kerja-kerja seperti konferensi ini merupakan upaya mengukuhkan hubungan antarainstitusi keagamaan dan keilmuan di negara-negara Muslim dan juga di negara-negara Barat untuk terus menguatkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Piagam Persaudaraan,” kata Syekh Al-Azhar menjelaskan tujuan konferensi itu.
Dialog Timur dan Barat tahun depan di Bahrain, lanjut Imam Akbar Syekh Ahmad Al-Tayeb, juga bertujuan menciptakan titik temu yang dibangun di atas nilai-nilai yang sama, mewujudkan asimilasi positif antaraanggota masyarakat yang berbeda keyakinan, serta menciptakan iklim yang kondusif untuk menyebarkan budaya persaudaraan dan koeksistensi.
Ketua Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Bahrain Shaikh Abdulrahman bin Mohamed bin Rashid Al Khalifa yang juga anggota MHM menyatakan kesiapan pihaknya menjadi tuan rumah sidang tahunan MHM, sekaligus penyelenggaraan konferensi Dialog Timur dan Barat untuk Persaudaraan Manusia tahun 2022. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan negaranya yang mengusung penguatan prinsip-prinsip persaudaraan manusia, saling menghormati, koeksistensi dan hidup berdampingan secara rukun dan damai antara anggota masyarakat yang berbeda.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MHM Sultan Al-Remeithi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah merampungkan persiapan akhir prakarsa Dialog Timur dan Barat untuk Persaudaraan Manusia. “Dialog Timur dan Barat nanti diharapkan akan mendapat respons positif dari kalangan ilmuwan, pemikir, ulama, cendekiawan, dan akademisi dari negara-negara Barat maupun Timur,” katanya kepada media.
Al-Remeithi juga berharap bahwa dialog tersebut akan menelurkan sejumlah rekomendasi penting untuk diterapkan demi menguatkan persaudaraan manusia lintas agama.
Dialog Timur dan Barat untuk Persaudaraan Manusia tahun 2022 di Manama, kata Mohamed Abdelsalam, Sekretaris Jenderal Komite Tinggi Persaudaraan Manusia, rencananya akan melibatkan tokoh-tokoh muda yang berpotensi menjadi pemimpin dan pemuka agama di masa mendatang. Mereka diharapkan akan menjadi duta-duta MHM dalam mengukuhkan persaudaraan umat manusia, koeksistensi, dan asimilasi positif masyarakat yang beragam. (alruwaq)