Penerbitan Buku, Cara MHM Promosikan Koeksistensi dan Melawan Intoleransi
Beragam produk terbitan buku MHM
Di tengah tantangan global, termasuk meningkatnya ujaran kebencian dan ekstremisme, Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Al-Azhar Dr. Ahmed Al-Tayeb, telah berkontribusi secara signifikan dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi, hidup berdampingan (koeksistensi), dan moderasi. MHM juga tegas menentang ideologi ekstremis, rasisme, dan diskriminasi.
Melalui siaran pers, Selasa (2/4/2024), MHM menjelaskan bahwa selama sepuluh tahun terakhir berkiprah, salah satu strategi utama untuk mewujudkan misinya adalah melalui publikasi yang luas dan menjangkau khalayak global. Tercatat sudah lebih 220 publikasi yang terbit dalam berbagai bahasa, misalnya: Arab, Inggris, Hindi, Urdu, Malayalam, Turki, Italia, Indonesia, dan Melayu. Buku-buku ini dipamerkan di sekitar 40 pameran buku internasional sejak 2018.
Tujuan dari publikasi ini adalah untuk mengatasi isu-isu krusial, mendorong toleransi, hidup berdampingan, dan perdamaian, serta memperbaiki kesalahpahaman, menumbuhkan rasa hormat dan penerimaan terhadap orang lain. MHM juga berupaya mendorong dialog antaragama dan antarbudaya, memajukan budaya perdamaian dan moderasi, memerangi pemikiran ekstremis dan ujaran kebencian, serta meremajakan warisan Islam yang kaya melalui buku dan beragam publikasi penting lainnya.
Menyadari ada kebutuhan diseminasi ide dan pemikiran yang luas hingga menjangkau berbagai kelompok masyarakat, MHM mendirikan “Penerbitan Al-Hokama” pada 2019. Penerbit ini berdedikasi memproduksi dan menerjemahkan beragam buku yang menumbuhkan toleransi dan hidup berdampingan. Produk terbitan ditujukan dengan beragam sasaran, termasuk memperhatikan demografi usia.
MHM juga melakukan penerbitan ulang teks-teks warisan Islam yang terkenal, dengan melibatkan para peneliti. Selain itu, MHM juga menerjemahkan karya-karya dari berbagai bahasa ke bahasa Arab. MHM juga secara aktif berpartisipasi dalam pameran buku internasional, menyelenggarakan acara dan seminar, dan berkolaborasi dengan penerbit yang memiliki kesamaan ide dan pemikiran.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong perdamaian di komunitas Muslim dan non-Muslim, MHM juga meresmikan Pusat Penelitian Perdamaian Al-Hokama pada Oktober 2020. Pusat riset ini didukung tim penelitian dan administrasi khusus. Tujuannya, menjembatani kesenjangan dalam komunitas Muslim dan non-Muslim, studi perdamaian dengan beragam disiplin akademik.
Peresmian pusat penelitian ini juga menandai entitas penelitian non-pemerintah internasional pertama yang dirancang sebagai pusat pemikiran dan keahlian perdamaian di dunia Muslim. Pusat ini menggunakan prinsip “kebijaksanaan” sebagai pendekatan metodologis dan etos filosofis untuk mengeksplorasi asal mula konflik, menawarkan perspektif berwawasan ke depan, dan memperdalam pemahaman mengenai perselisihan yang sedang berlangsung.
Organisasi ini telah menghasilkan berbagai publikasi, termasuk buku tahunan, pamflet bulanan, Jurnal Muwafaqat, dan seri terjemahan. Organisasi ini juga telah menyelenggarakan berbagai seminar, serta kegiatan dan acara intelektual dan budaya lainnya.