Pemuka Agama Dunia Sepakat Piagam Persaudaraan Manusia Perkuat Toleransi
Peserta Kongres Pemuka Agama Dunia foto bersama usai penutupan
Pemuka Agama bersepakat akan peran penting keberadaan Piagam Persaudaraan Manusia. Piagam ini ditandatangani oleh Ketua Majelis Hukama (MHM) Syekh Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, dan Pemimpin Gereja Katolik Sri Paus Fransiskus di Abu Dhabi, 4 Februari 2019.
Terbitnya Piagam Persaudaraan Manusia didukung penuh oleh para pemimpin Persatuan Emirat Arab.
Para pemuka agama yang hadir dalam Kongres ke-7 Pemuka Agama Dunia di Nursultan, Kazakhstan, menilai Piagam Persaudaraan Manusia menjadi dokumen penting yang memperkuat nilai toleransi dan saling menghormati. Keduanya penting dalam rangka menciptakan perdamaian dunia.

Para peserta kongres bahkan setuju untuk mengadopsi Piagam Persaudaraan Manusia. Hal ini ditegaskan mereka pada sesi penutupan kongres yang bertajuk “Peran Pemuka Agama dalam Pembangunan Spiritual dan Sosial Masyarakat Pasca Covid-19”, di Nursultan, Kazakhstan, Kamis (15/9/2022).
Kongres ini melahirkan naskah keputusan dan rekomendasi yang menekankan pentingnya Piagam Persaudaraan Manusia. Para peserta sepakat piagam bersejarah itu berkontribusi dalam promosi kehidupan damai, toleran, saling memahami, dan saling menghormati antarelemen masyarakat yang berbeda-beda.
Kongres ke-7 Pemuka Agama Dunia diselenggarakan pada 14–15 September 2022. Giat ini dihadiri 108 pemuka agama dari seluruh dunia bersama Ketua MHM Syekh Ahmad Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, dan Pemimpin Gereja Katolik Sri Paus Fransiskus.