Paviliun MHM di Pameran Buku Arab Internasional Istanbul Gelar Seminar Melawan Islamofobia
.
Paviliun Majelis Hukama Muslim (MHM) di Pameran Buku Arab Internasional Istanbul menyelenggarakan seminar berjudul "Melawan Islamofobia di Eropa: Sebuah Perspektif Analitis", Minggu (17/8/2025). Hadir sebagai narasumber, Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Hokama.
Dalam seminar tersebut, Dr. Boudinar memberikan tinjauan analitis atas buku 'Melawan Islamofobia di Eropa', sebuah terbitan terjemahan dari Al Hokama Publishing. Dr. Boudinar menekankan bahwa Islamofobia melibatkan ketakutan yang disengaja terhadap Islam, mengandalkan fragmen-fragmen yang terdistorsi, dan menggunakan ujaran kebencian yang direkayasa berdasarkan penyebaran kebohongan, yang membatasi kemampuan umat Islam untuk mengekspresikan identitas mereka yang sebenarnya.
Direktur Pusat Penelitian Perdamaian Hokama menambahkan bahwa beberapa strategi dapat diadopsi untuk melawan fenomena ini, termasuk tindakan hukum, pengetahuan yang akurat, dan pemantauan berkelanjutan terhadap insiden di tempat ibadah dan di tempat lain, serta melacak narasi media yang bias dan mengatasinya dengan menyanggah persepsi tentang "ancaman Islam" dalam konteks yang tepat.
Dr. Boudinar menyerukan rencana aksi yang jelas oleh lembaga-lembaga keagamaan dan lembaga-lembaga terkait untuk menampilkan citra Islam yang sejati dan nilai-nilai kemanusiaannya yang luhur, yang menekankan dialog, toleransi, dan koeksistensi. Ia menegaskan bahwa MHM, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, sedang melakukan upaya bersama untuk memerangi fenomena berbahaya ini, mengurangi penyebarannya, dan mempromosikan nilai-nilai kewarganegaraan penuh dan integrasi positif bagi umat Islam dalam masyarakat mereka.
MHM berpartisipasi untuk tahun keempat berturut-turut di Pameran Buku Arab Internasional Istanbul, yang diselenggarakan dari 9 - 17 Agustus 2025. Partisipasi ini sebagai bagian dari upaya MHM untuk menumbuhkan budaya dialog dan memperkuat nilai-nilai koeksistensi dan perdamaian di seluruh dunia.