Paviliun Iman Gelar Dialog Bertajuk "Iman, Pemuda, dan COP28"
Sessi dialog hari kedelapan Paviliun Iman pada COP28
Paviliun Iman pada pada hari kedelapan 28th Conference of the Parties (COP28), Jumat (8/12/2023), kembali menggelar sesi dialog. Kali ini, dialog mengangkat tema “Iman, Pemuda, dan COP28”.
Hadir, Penasihat Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) dan Duta Besar Tahta Suci Omar Saif Ghobash bersama Nuncio Apostolik untuk UEA Uskup Agung Christophe Zakhia El Kassis, Penasihat Khusus Urusan Antaragama dan Yahudi di Rumah Keluarga Abraham Rabbi David Rosen, dan Penjabat Direktur Eksekutif Rumah Keluarga Ibrahim Abdulla Al Shehhi.
Sesi dialog tersebut menyoroti upaya meningkatkan kesadaran dalam mengatasi isu-isu global terkait perubahan iklim, peran agama dalam mendorong tanggung jawab generasi muda, dan pentingnya inisiatif bersama antar agama di bidang aksi iklim.
Omar Ghobash menekankan bahwa solusi terhadap krisis iklim dapat ditemukan di luar pemikiran tradisional, dan penting untuk merangkul prinsip-prinsip dan tradisi Islam yang mendukung hidup berdampingan. Dia juga menekankan, menerima anggapan bahwa pihak lain menyajikan fakta tentang berbagai tantangan, terutama tantangan iklim, akan berkontribusi dalam mengeksplorasi lebih banyak ide dan solusi inovatif.
Uskup Agung Christophe Zakhia El Kassis menyatakan, setiap orang berkomitmen secara etis dan spiritual untuk melindungi planet ini dan melestarikan lingkungan, memastikan masa depan yang lebih cerah dan aman bagi semua orang, terutama generasi sekarang dan masa depan. Dia juga menegaskan bahwa Yang Mulia Paus Fransiskus, Paus Gereja Katolik, menyerukan kepada semua komunitas dan masyarakat, termasuk kaum muda, untuk mempertimbangkan tanggung jawab bersama dan mengambil tindakan nyata dan efektif untuk mengatasi tantangan perubahan iklim.
Rabbi David Rosen menekankan bahwa kerja sama antaragama telah menjadi suatu kebutuhan. Para pemimpin serta tokoh agama harus berpartisipasi dalam diskusi dan kebijakan terkait perubahan iklim. Ia mencatat bahwa krisis iklim bukanlah masalah ilmiah melainkan akibat dari perilaku manusia yang berdampak pada lingkungan dan sumber daya alamnya. Dia lebih lanjut menggarisbawahi bahwa perubahan iklim saat ini merupakan isu global yang paling kritis karena Bumi berisiko mengalami kehancuran kecuali ada tindakan segera yang diambil untuk melestarikannya.
Sementara itu, Abdulla Al Shehhi menjelaskan bahwa konsekuensi perubahan iklim semakin cepat dan risikonya semakin meningkat. Namun, terdapat peluang kolaborasi dan aksi bersama untuk melakukan perubahan mendasar dan metodologis yang dapat mengurangi dampak negatif perubahan iklim. Dia meminta penyelenggara aksi iklim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beradaptasi dengan realitas iklim baru dan mendukung mereka dalam menghadapi krisis iklim untuk membangun dunia yang damai dan sejahtera.
Majelis Hukama Muslimin (MHM) menyelenggarakan Paviliun Iman pada COP28 bekerja sama dengan Kepresidenan COP28, Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan UEA, serta Program Lingkungan PBB. Berlangsung dari 1 - 12 Desember 2023 di Expo City Dubai, paviliun ini menampilkan perwakilan tokoh dari sembilan agama yang berpartisipasi dalam sekitar 70 sesi dialog dengan lebih dari 300 pembicara dari seluruh dunia.