Paus Fransiskus Sebut Doa dan Persaudaraan sebagai Kunci Perdamaian
Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus hadiri sidang reguler ke-16 Majelis Hukama Muslimin di Bahrain
Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus mengatakan bahwa kejahatan sosial, internasional, ekonomi, dan individu, begitu juga krisis lingkungan hidup, itu terjadi karena manusia menjauh dari Tuhan dan dari sesama. Karena itu, tugas pokok pemuka dan tokoh agama adalah membantu menemukan kembali sumber-sumber kehidupan yang telah terlupakan.
"Tugas tokoh agama mengajak manusia belajar dari hikmah kebijakan masa lalu, dan mendekatkan orang-orang yang beriman kepada Tuhan dan kepada sesama manusia yang untuk merekalah Tuhan menciptakan bumi," ujar Paus Fransiskus saat memberikan sambutan pada sidang ke-16 Majelis Hukama Muslimin (MHM), Jumat (4/11/2022), di Masjid Istana Sakhir, Manama, Bahrain.
Paus Fransiskus menegaskan bahwa jalan untuk mencapai perdamaian dapat melalui dua hal pokok, yaitu: doa dan persaudaraan. Doa dan persaudaraan itu merupakan senjata sederhana tetapi ampuh.
"Kita tidak perlu melakukan cara lain yang singkat dan tidak layak dengan sifat Tuhan Yang Maha Tinggi. Tuhan adalah Maha Damai, karenanya kita perlu menempuh jalan damai," jelasnya.
Paus Fransiskus menambahkan bahwa orang-orang yang menempuh cara kekuatan, yang mendukung kekerasan, perang, dan perdagangan senjata, yang mengubah rumah bersama manusia menjadi gudang senjata untuk memperoleh keuntungan besar, mereka semua menjadi alasan tokoh agama untuk berpikir tentang korban yang terpaksa harus mengungsi dari tanah airnya akibat konflik dan perang.

Menghadapi skenario yang menyedihkan itu, dunia masih saja dibayangi oleh nafsu kekuatan, kekuasaan, dan harta. "Kita semua terpanggil untuk lebih banyak berbuat daripada berbicara. Kita semua harus mengingat bahwa hanya persaudaraan manusialah yang dapat menyelamatkan kita dari itu semua. Kalau tidak, padang pasir kemanusiaan akan tetap gersang," tegas Paus Fransiskus.
Meski semua orang bertanya hal yang sama tentang wujud, tentang kematian, kejahatan, kezaliman, dan ada apa setelah kehidupan berakhir, menurut Paus Fransiskus, banyak di antara mereka yang tertipu oleh materialisme praktis dan kecenderungan konsumtif. Sementara di sisi lain, banyak orang yang menderita luka tidak manusiawi, berupa kelaparan dan kemiskinan.
"Itu terjadi karena kita melupakan nilai-nilai solidaritas kemanusiaan dan perdamaian yang menyelamatkan kehidupan manusia," tandasnya.
Diketahui, Majelis Hukama Muslimin menyelenggarakan sidang ke-16 dengan tema “Dialog Antaragama dan Tantangan Abad Ke-21” di Masjid Istana Sakhir, Manama, Bahrain. Sidang tahunan itu dipimpin Ketua MHM dan Grand Shekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb bersama Pemimpin Gereja Katolik Sri Paus Fransiskus.
Sidang tahunan MHM diselenggarakan setelah berakhirnya penyelenggaraan Forum Dialog Bahrain dengan tema “Timur dan Barat untuk Koeksistensi Manusia” pada 3 dan 4 November 2022 yang dihadiri oleh Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa.