Pameran Buku Internasional Kairo 2025, MHM Bahas 100 Pertanyaan tentang Metodologi, Akidah, dan Syariah
.
Stan Majelis Hukama Muslimin (MHM) pada Pameran Buku Internasional Kairo ke-56 mempersembahkan sejumlah publikasi terbaru di 2025. Di antara yang menjadi sorotan adalah buku berjudul "100 Pertanyaan tentang Metodologi, Akidah, dan Syariah." Buku ini disusun dalam pengawasan Prof. Dr. Nazir Ayyad, Mufti Besar Republik Arab Mesir.
Buku tersebut diberikan kata pengantar oleh Dr. Ayyad dan Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. Inisiatif menerbitkan buku ini berasal dari upaya MHM untuk menghilangkan anggapan yang salah dan menyebarkan pemikiran moderat yang tercerahkan.
Melalui siaran pers, Jumat (24/1/2025), MHM menjelaskan bahwa buku ini menghimpun seratus pertanyaan, menyajikannya kepada umat Islam beserta jawaban atas beberapa keraguan paling signifikan dan umum yang dieksploitasi oleh para ekstremis untuk memicu keresahan dan menipu kaum muda. Buku ini merupakan hasil kerja sama antara para cendekiawan dan peneliti Al-Azhar As-Syarif dan MHM, sebuah lembaga internasional yang berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, dialog, toleransi, dan koeksistensi di antara semua orang, terlepas dari perbedaan dan keberagaman mereka. Buku ini memberikan tanggapan yang bijaksana dan berlandaskan ilmiah terhadap pertanyaan-pertanyaan ini.
Publikasi ini muncul pada saat kritis, ketika keraguan dan kontroversi meningkat seputar praktik keagamaan. Publikasi ini juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk merevitalisasi penulisan ilmiah yang membahas pertanyaan-pertanyaan teologis yang kompleks. Pertanyaan-pertanyaan ini sering kali memecah belah pendapat antara konservatisme ekstrem, yang memaksakan interpretasi yang ketat, dan sikap liberal yang menganjurkan pembuangan nilai-nilai tradisional untuk mengadopsi adat istiadat asing.
Arti penting buku ini terletak pada upayanya untuk memenuhi kebutuhan intelektual umat Islam kontemporer, mendorong mereka untuk memahami agama mereka melalui penelitian yang berlandaskan ilmiah, menghargai nilai-nilainya, dan mengadopsi pendekatan yang seimbang. Pendekatan ini menuntut kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh para penganutnya saat mereka memahami prinsip-prinsip sejati dari iman mereka di tengah-tengah kesalahpahaman yang tersebar luas. Kesalahpahaman ini disebarkan oleh musuh eksternal atau orang dalam yang salah informasi yang, karena ketidaktahuan atau perspektif yang menyimpang, secara keliru mengaitkan keyakinan Islam dengan nilai-nilai fundamentalnya tentang belas kasih, keadilan, dan perdamaian.
Buku ini secara komprehensif membahas sepuluh tema utama: isu-isu dalam metodologi dan akidah; hal-hal yang berkaitan dengan Ilm Al-Kalam (teologi Islam); isu-isu seputar Takfir (praktik menyatakan seorang Muslim sebagai murtad); topik-topik terkait Jihad; isu-isu dalam politik Syariah; kontroversi seputar tradisi-tradisi Nabi yang mulia; berbagai isu kontemporer yang bermasalah; hubungan dengan non-Muslim; dan hubungan antara dunia Muslim dan Barat.
Pertanyaan-pertanyaan kritis yang dibahas dalam buku ini mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti: Apa hukumnya menyatakan individu tertentu, yang sebelumnya dianggap sebagai Muslim, sebagai kafir? Apakah kekafiran dan pertumpahan darah secara inheren terkait? Apa yang dimaksud dengan “hukum jahiliyah” (Hukm Al-Jahiliyyah)? Apa hukuman bagi orang yang murtad? Apakah kekhalifahan merupakan amanat Tuhan atau masalah penalaran manusia? Bagaimana seseorang dapat membantah klaim adanya kontradiksi antara afiliasi terhadap agama dan kesetiaan kepada negara? Apakah musyawarah (syura) dan kesetiaan kepada penguasa merupakan prinsip yang tetap atau dapat berubah? Apakah hukum Islam bertentangan dengan konsep negara modern?
Pertanyaan lainnya, bagaimana para sahabat melestarikan Sunnah Nabi? Apa kontribusi Islam bagi peradaban? Bagaimana kita melawan Islamofobia? Bagaimana sikap Islam terhadap agama lain dan isu-isu yang terkait dengan kewarganegaraan? Apa hukum meniru non-Muslim? Apakah pembagian wilayah menjadi “Dar Al-Islam” dan “Dar Al-Kufr” sah? Ini hanyalah beberapa dari seratus pertanyaan yang dibahas.
MHM berpartisipasi dengan mendirikan stan khusus di Pameran Buku Internasional Kairo ke-56, yang berlangsung dari 23 Januari hingga 5 Februari 2025. Stan tersebut menampilkan berbagai publikasi penting Dewan dan juga menyelenggarakan serangkaian seminar, kegiatan, dan acara yang berfokus pada penyebaran nilai-nilai kebaikan, persahabatan, kedamaian, dan hidup berdampingan di antara semua orang.
Stan MHM terletak di sebelah stan Al-Azhar Al-Sharif di Heritage Hall (Aula No. 4) di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Mesir di Fifth Settlement.