Muhammad Abd al-Salam: Menghormati Simbol Persaudaraan Manusia adalah Pesan Harapan Dunia
Raja Kerajaan Hashemite Yordania, Raja Abdullah II, dan Ratu Rania al-Abdullah menerima Penghargaan Zayed dan Persaudaraan Manusia
Raja Kerajaan Hashemite Yordania, Raja Abdullah II, dan Ratu Rania al-Abdullah menerima penghargaan Zayed dan Persaudaraan Manusia. Sekjen Komite Tertinggi Persaudaraan Kemanusiaan Muhammad Abd al-Salam mengapresiasi penghargaan tersebut.
Menurutnya, Raja Abdullah sangat layak mendapatkannya karena selama ini menjadi panutan bagi pemimpin dalam berbagi cinta, kebaikan, persaudaraan dan toleransi. Penghargaan Zayed dan Persaudaraan Manusia juga diberikan kepada The Focal Foundation di Republik Haiti yang juga memberikan contoh dan citra terhormat dari orang-orang heroik yang berjuang sepanjang sejarah mereka untuk martabat manusia.
Apresiasi ini disampaikan Muhammad Abd al-Salam saat berpidato pada perayaan untuk menghormati para penerima Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia di Monumen Pendiri di Abu Dhabi. “Perayaan simbol persaudaraan manusia dari Emirates ini mewakili sinar cahaya, dan mengirimkan pesan harapan kepada dunia. Ini adalah pesan dari Abu Dhabi untuk persaudaraan manusia,” tegas Muhammad Abd al-Salam di Abu Dhabi, Selasa (1/3/2022).
Sekjen Komite Tertinggi Persaudaraan Kemanusiaan ini menjelaskan bahwa almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan mewakili simbol kecintaan yang melampaui batas tanah airnya. Dampak baik yang ditimbulkan juga melampaui semua ras, warna kulit dan sekte. Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan telah berhasil menampilkan negaranya sebagai contoh dalam cinta kebaikan untuk semua orang.
Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia, kata Abdel Salam, merupakan perayaan semua orang yang telah menghabiskan hidup mereka melayani yang lemah dan yang membutuhkan. Mereka yang telah bekerja untuk mengakhiri perpecahan dan mempromosikan persaudaraan dan toleransi di antara bangsa dan masyarakat.
Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia juga merupakan sumber inspirasi dan dukungan untuk semua upaya yang dilakukan dalam mempromosikan persaudaraan dan koeksistensi. Dalam proses penilaiannya, dewan juri telah mempertimbangkan lebih dari dua ratus nominasi.
Mohamed Abdel Salam juga berbicara tentang upaya tak kenal lelah yang saat ini terus dilakukan Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus. Keduanya mempersembahkan model persaudaraan, persahabatan, dan kemitraan yang luar biasa demi manusia. Dua tokoh ini telah menandatangani dokumen bersejarah persaudaraan manusia di Abu Dhabi.
Dokumen itu, kata Abdel Salam, sekali lagi merupakan persembahan dari Uni Emirat Arab kepada umat manusia. Dokumen itu menjadi piagam spiritual dan konstitusi manusia yang melampaui perbedaan dan mengatasi konflik demi persaudaraan universal.