MHM Terima Kunjungan Calon Dubes RI di UEA, Bahas Penguatan Koeksistensi dan Peran Tokoh Agama
.
Direktur Majelis Hukama Muslimin (MHM) kantor cabang Indonesia Muchlis M Hanafi hari ini menerima kunjungan calon Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha. Pertemuan berlangsung di kantor MHM cabang Indonesia, Jakarta.
Judha Nugraha saat ini menjabat sebagai Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI & BHI) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Ia tahun ini dicalonkan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab di Abu Dhabi.
Kepada Judha Nugraha, Muchlis M Hanafi menjelaskan profil dan sejarah berdirinya MHM, termasuk visi, misi, serta program dan fokus utamanya. “MHM memiliki komitmen kuat dalam membangun dialog lintas agama, koeksistensi, perdamaian, serta penguatan peran tokoh agama di tengah dinamika global kontemporer,” terang Muchlis M Hanafi di Jakarta, Selasa (19/8/2025).
MHM merupakan badan independen lintas negara yang dibentuk pada 21 Ramadan 1435 H atau 19 Juli 2014 M. MHM berkedudukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sejak 1 September 2021, MHM beroperasi di Indonesia dalam bentuk kantor virtual. MHM kantor cabang Indonesia diresmikan pada Oktober 2023 dan berkantor di Jakarta. Lembaga ini bertugas ikut mendiseminasikan dan mempublikasikan program dan kegiatan MHM dalam konteks kehidupan keberagamaan di Indonesia.

MHM kantor cabang Indonesia digawangi oleh TGB Dr. M Zainul Majdi, MA dan Dr. Muchlis M Hanafi, MA. Selaku penasihat, pakar tafsir Al-Quran, Prof Dr. M Qurais Shihab, MA.
“MHM kantor cabang Indonesia dalam dua sampai tiga tahun terakhir, juga fokus pada isu lingkungan hidup dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta bagaimana tokoh agama dapat berperan aktif dalam memberikan arah etis dan spiritual terhadap isu-isu tersebut,” papar Muchlis.
Sebagai calon Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha mengapresiasi peran dan kontribusi MHM. Dia berharap, MHM juga dapat memperluas programnya hingga menyasar komunitas pekerja migran Indonesia yang berada di Uni Emirat Arab.
“Tentunya dengan tema yang berkaitan dengan dialog lintas agama, koeksistensi, perdamaian, serta penguatan peran tokoh agama,” tandasnya.