MHM Rilis Edisi Kedua Program Dialog Mahasiswa Global tentang Persaudaraan Manusia
Dialog peserta Program Beasiswa Persaudaraan Manusia (Human Fraternity Fellowship)
Majelis Hukama Muslimini (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, Selasa (6/2/2024), meluncurkan Program Persahabatan Persaudaraan Manusia. Ini merupakan tahap kedua dari program dialog mahasiswa global tentang persaudaraan manusia. Program ini diselenggarakan oleh MHM bekerja sama dengan Universitas Georgetown pada 2023.
Program ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada nilai-nilai persaudaraan manusia dan membangun platform internasional bagi mahasiswa di seluruh dunia untuk terlibat dalam ide-ide kreatif guna meningkatkan solidaritas antar agama dan budaya dalam masyarakat.
Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, menyambut para peserta Program Beasiswa Persaudaraan Manusia untuk melanjutkan dialog bermakna antarmahasiswa. Tujuannya, mempromosikan persaudaraan manusia dalam komunitas universitas. Dalam forum ini, para peserta terlibat dalam diskusi dan sesi dialog untuk mengatasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam sosialisasi dan promosi persaudaraan manusia di kampus-kampus.

Program ini juga menyoroti praktik-praktik positif di bidang ini dan menyajikan proposal dan ide-ide inovatif yang berkontribusi terhadap konsolidasi budaya dialog dan komunikasi di universitas, yang menjadi titik awal penyebaran global melalui generasi muda.
Dalam pertemuan dengan mahasiswa Program Beasiswa Persaudaraan Manusia (Human Fraternity Fellowship), Sekjen MHM, Konselor Mohamed Abdelsalam, menekankan pentingnya pemberdayaan dan pengembangan kemampuan generasi muda sebagai pilar penting dan esensial untuk membangun masyarakat yang sejahtera dan damai. “Pemuda bukan hanya masa depan kita tetapi juga masa kini, yang secara aktif berkontribusi dalam membentuk dan menentukan jalan masa depan,” tegas Konselor Abdelsalam.
Sekjen MHM menyerukan kepada kaum muda untuk memanfaatkan semua peluang yang ada gunamemperoleh pengalaman yang diperlukan, meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka, dan berkontribusi dalam mengatasi tantangan global yang mendesak, dengan menekankan perlunya budaya dialog dan komunikasi di dalam universitas.

Konselor Abdelsalam menambahkan bahwa Beasiswa Persaudaraan Manusia Program adalah salah satu hasil dari Dokumen Persaudaraan Manusia, sebuah dokumen unik dan perintis dalam prinsip dan nilai-nilainya. Dokumen ini ditandatangani bersama oleh Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, di Abu Dhabi pada 2019. Dokumen tersebut telah memicu gerakan global dalam mempromosikan perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, dan hidup berdampingan di antara para pengikutnya. agama dan budaya yang berbeda.
Program Beasiswa Persaudaraan Manusia akan berlangsung hingga 10 Februari 2024. Program ini mencakup perjumpaan dengan Majelis Persaudaraan Manusia yang diselenggarakan oleh MHM bekerja sama dengan Rumah Keluarga Ibrahim, Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan UEA, dan Komite Tinggi Persaudaraan Manusia. Para peserta terlibat dalam sesi bertajuk "Pemuda sebagai Duta Persatuan dan Keberagaman," yang berfokus pada pentingnya menghadirkan inisiatif yang meningkatkan pemahaman, toleransi, dan persatuan melalui pemanfaatan teknologi. Program ini juga menampilkan ceramah oleh Ryann Craig dari Universitas Georgetown, dan serangkaian lokakarya yang membahas solusi yang berkontribusi dalam menyebarkan budaya solidaritas, persaudaraan manusia, dan hidup berdampingan secara damai.
Kunjungan peserta Human Fraternity Fellowship Program ini juga akan mencakup pertemuan dengan mahasiswa New York University di Abu Dhabi dan mahasiswa Mohamed bin Zayed University for Humanities. Diskusi akan fokus pada cara-cara kolaboratif untuk mempromosikan dan meningkatkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan manusia, penerimaan terhadap orang lain, dan keberagaman dalam komunitas universitas. Selain itu, para peserta akan mengunjungi Louvre Abu Dhabi untuk menjelajahi pameran "East Meets West", mengunjungi Qasr Al Watan serta pameran Dokumen Persaudaraan Manusia, dan mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed.