MHM: Keragaman Budaya Sunnatullah dan Nilai Luhur Kemanusiaan yang Harus Dipromosikan
Hari Keanekaragaman Budaya Sedunia
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, menegaskan bahwa keragaman budaya adalah nilai kemanusiaan luhur yang mencerminkan pengalaman manusia yang beragam dan juga merupakan sunnatullah yang merupakan bagian dari tatanan alam semesta untuk memajukan keharmonisan, kerja sama, dialog, dan saling pengertian.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (Al-Ḥujurāt [49]:13). Sejak awal Islam, kaum muslimkin telah menyaksikan kekayaan intelektual dan keragaman budaya yang telah memperkaya peradabannya dan memperluas pengaruhnya ke seluruh dunia.
Melalui siaran pers, Selasa (21/5/2024), terkait Hari Keanekaragaman Budaya Sedunia untuk Dialog dan Pembangunan, yang diperingati pada 21 Mei setiap tahunnya, Dewan menekankan bahwa merangkul keragaman budaya dan peradaban di antara individu adalah satu-satunya jalan untuk membangun budaya dialog, toleransi, dan persaudaraan kemanusiaan. Hal ini juga penting untuk memerangi segala bentuk kebencian, diskriminasi, rasisme, dan ekstremisme.
MHM juga menyerukan upaya intensif untuk mempromosikan nilai-nilai pluralisme, saling menghormati, menerima orang lain, dan dialog antar budaya untuk mencapai pembangunan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang yang ditandai dengan pemahaman, perdamaian, dan harmoni.
MHM terus berupaya mempromosikan budaya dialog dan menggarisbawahi pentingnya menghormati keberagaman dan membangun jembatan komunikasi. MHM telah meluncurkan berbagai inisiatif, termasuk dialog Timur-Barat, konvoi perdamaian internasional dan Emerging Peacemakers Forum.
Selain itu, MHM juga memainkan peran penting dalam meluncurkan dokumen bersejarah tentang Persaudaraan Manusia, yang ditandatangani bersama oleh Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus, di Abu Dhabi pada 2019. Dokumen tersebut menegaskan bahwa pluralisme dan perbedaan agama, warna kulit, jenis kelamin, ras, dan bahasa adalah ekspresi kebijaksanaan Ilahi, yang menjadi landasan Allah menciptakan umat manusia, menjadikannya landasan fundamental yang menjadi dasar hak dan kebebasan.