MHM Gelar Seminar Dialog Intra-Islam di America International Arabic Book Fair
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM), Minggu (4/5/2025), menyelenggarakan seminar “Dialog Intra-Islam: Membaca Seruan bagi Para Pendukung Kiblat” pada ajang America International Arabic Book Fair. Hadir sebagai narasumber, Imam Mohammad Mardini (Imam dan Direktur American Muslim Center di Dearborn) dan Imam Ahmad Sobhi Mustafa (peneliti yang tinggal di Kansas City dan anggota Al-Azhar Observatory for Combating Extremism).
Kedua pembicara menyampaikan refleksi mendalam tentang kebutuhan mendesak untuk membina persatuan Islam dalam menghadapi polarisasi dan retorika yang memecah belah.
Seminar mendiskusikan hasil Konferensi Dialog Intra-Islam—yang diselenggarakan MHM bekerja sama dengan Al-Azhar dan Dewan Tertinggi Urusan Islam di Kerajaan Bahrain pada Februari 2025. Seminar tersebut mengkaji “Seruan Ahlul Kiblat” sebagai piagam untuk persatuan dan solidaritas di antara mazhab-mazhab pemikiran Islam, yang menawarkan jalur konstruktif untuk saling pengertian di seluruh dunia muslim.
Imam Mohammad Mardini menekankan bahwa Dearborn berdiri sebagai contoh nyata persatuan Islam dan perwujudan praktis dari prinsip-prinsip yang diuraikan dalam deklarasi Seruan Ahlul Kiblat. Ia menyatakan: “Di Dearborn, kami mewujudkan Seruan Ahlul Kiblat dengan menyatukan umat Islam dari semua latar belakang di bawah satu keyakinan bersama, sebagaimana Allah perintahkan dalam Al-Quran: ‘Dan berpegang teguhlah kepada tali Allah, kalian semua, dan janganlah kalian bercerai-berai.’ Selama lebih dari empat dekade, kami telah membangun sebuah komunitas tempat semua orang disambut di masjid-masjid kami, tanpa perbedaan. Piagam ini telah mengilhami kami untuk menghadapi retorika sektarian yang dipromosikan oleh beberapa platform media dengan meluncurkan inisiatif berbasis dialog dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan bersama yang mendorong koeksistensi, mencerminkan semangat Islam yang sejati, dan menawarkan model yang dapat menginspirasi masyarakat di seluruh dunia Muslim.”
Sementara itu, Imam Ahmad Sobhi Mustafa menggarisbawahi relevansi global dari deklarasi Seruan Ahlul Kiblat dalam melawan ekstremisme dan mendorong kerja sama lintas komunitas yang beragam, khususnya di masyarakat yang plural secara budaya dan etnis seperti Amerika Serikat. Ia berkomentar: “Seruan Ahlul Kiblat, yang diluncurkan Grand Syekh Al-Azhar, mengingatkan kita bahwa kiblat bersama kita adalah simbol persatuan kita, terlepas dari perbedaan-perbedaan kita. Allah menghendaki keberagaman menjadi sumber kekayaan, bukan perpecahan. Di Amerika—di mana stereotip dan perpecahan politik masih ada—kita harus terlibat satu sama lain secara langsung, bergerak melampaui persepsi yang terbentuk sebelumnya. Piagam tersebut menyerukan kita untuk menolak ekstremisme dan terlibat dalam dialog, yang didasarkan pada sabda Nabi: ‘Siapa pun yang melaksanakan salat kami, menghadap kiblat kami dalam salat, dan memakan hewan sembelihan kami adalah seorang Muslim.’ Melalui konferensi dan forum bersama, kita dapat menampilkan citra Islam yang bersatu dan memenuhi peran kita dalam membangun jembatan dan melawan semua manifestasi perpecahan.”
Seminar tersebut juga menggarisbawahi peran penting media dan pertukaran budaya dalam mempromosikan persatuan Islam dan mendorong inisiatif akar rumput yang terinspirasi oleh piagam Seruan Ahlul Kiblat. Para peserta menyerukan pembentukan platform inklusif dan inisiatif komunitas yang memperdalam kesadaran bersama dan memperkuat ikatan di antara umat Muslim.
Seminar ini merupakan bagian dari partisipasi MHM dalam edisi perdana Pameran Buku Arab Internasional Amerika, yang diselenggarakan dari 1 hingga 4 Mei 2025, di Ford Community & Performing Arts Center di Dearborn, Michigan.