MHM dan Uzbekistan Bahas Inisiatif Bersama Hidupkan Kembali Warisan Ulama dan Berdayakan Pemuda
.
Majelis Hukama Muslimin (MHM), di kantor pusat di Abu Dhabi, menerima Y.M. Gayane Umerova, Ketua Dana Pengembangan Seni dan Budaya Republik Uzbekistan, Selasa (19/11/2025). Mereka membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama dalam menghidupkan kembali warisan ulama, mempromosikan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu membangun koeksistensi dan perdamaian.
Dalam pertemuan tersebut, Konselor Mohamed Abdel Salam menyampaikan apresiasi MHM atas upaya Republik Uzbekistan dalam mempromosikan nilai-nilai dialog, toleransi, dan koeksistensi manusia, serta dalam melestarikan warisan Islam—terutama di kota-kota bersejarah penting bagi peradaban Islam seperti Bukhara dan Samarkand. Itu merupakan rumah bagi warisan intelektual dan spiritual yang kaya yang ditinggalkan oleh para ulama terkemuka umat, terutama Imam Al-Bukhari.
Sementara itu, Gayane Umerova memuji upaya MHM, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dalam mempromosikan pemikiran Islam sentris yang tercerahkan di Asia Timur dan Tengah, sebagai pusat peradaban dan spiritual yang berpengaruh di dunia Muslim. Gayane Umerova menegaskan keinginan negaranya untuk memperkuat kerja sama dengan MHM dalam inisiatif-inisiatif yang melayani kaum muda dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan bersama.
Kedua belah pihak membahas sejumlah inisiatif yang menjadi kepentingan bersama, terutama kerja sama dalam mengembangkan program pendidikan bagi anak-anak dan remaja untuk menanamkan nilai-nilai rasa hormat, moderasi, dan wasathiyah, serta kerja sama dalam menyelenggarakan Forum Pemuda Pembawa Perdamaian edisi berikutnya—salah satu inisiatif utama MHM yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu menyebarkan budaya dialog dan rasa hormat terhadap sesama.
Mereka juga membahas beberapa proyek yang dirancang untuk menghidupkan kembali warisan para cendekiawan Muslim dan menyoroti kontribusi mereka, dengan cara yang memperkuat hubungan generasi baru dengan warisan intelektual dan etika ini, serta membantu mengkonsolidasikan identitas peradaban bersama.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Y.M. Abdulaziz Okulov, Duta Besar Republik Uzbekistan untuk Uni Emirat Arab.