MHM dan UNFPA-PBB Bahas Upaya Memerangi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Sekjen MHM Abdel Salam bertemu Direktur UNFPA-PBB di Amerika
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Mohamed Abdel Salam bertemu Direktur Eksekutif Dana Kependudukan (United Nations Fund for Population Activities/UNFPA) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Natalia Kanem di Amerika Serikat, Sabtu (24/9/2022). Pertemuan ini membahas upaya memerangi kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak
Natalia Kanem mengapresiasi upaya MHM yang dipimpin Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, Grand Sheikh Al-Azhar Al-Syarif, dalam mendukung hak-hak perempuan, menghadapi kekerasan seksual terhadap perempuan, dan melindungi hak-hak anak perempuan untuk pendidikan dan martabat manusia.
Natalia Kanem mengungkapkan pentingnya Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb bersama pemimpin gereja Katolik Paus Fransiskus di Abu Dhabi tahun 2019. "Saya mengapresiasi kerja sama permanen antara Al-Azhar dengan UNPF PBB dalam mendukung hak-hak perempuan, anak perempuan, dan anak-anak," ujarnya.

Sekretaris Jenderal MHM, Konselor Muhammad Abdel Salam, menegaskan bahwa MHM sangat concern terhadap masalah perempuan dan upaya memerangi segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap mereka, berdasarkan ajaran Islam dan pendekatan Al-Azhar Al-Syarif. Menurutnya, Piagam Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Imam Akbar Ahmed al-Tayeb dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada tahun 2019, secara jelas menyatakan perlunya menghentikan semua praktik tidak manusiawi dan kebiasaan vulgar tentang martabat perempuan.
"Dalam piagam itu ditegaskan juga perlunya bekerja untuk mengamandemen undang-undang yang mencegah perempuan mendapatkan hak-hak penuh mereka," jelasnya.
Pertemuan kedua tokoh ini berlangsung di sela-sela kunjunhan Sekjen MHM yang juga anggota Komite Tinggi untuk Persaudaraan Manusia, ke Amerika Serikat. Selama di Amerika, Abdel Salam berpartisipasi dalam Forum Solidaritas Manusia yang diselenggarakan oleh MHM bekerja sama dengan Universitas Georgetown. Forum ini diikuti 100 pemuda dari berbagai agama dan negara, Timur dan Barat.
Sekjen MHM saat di Amerika juga bertemu dengan sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan di bidang persaudaraan dan koeksistensi manusia.