MHM cabang Malaysia Gelar Sejumlah Acara, Rayakan Hari Persaudaraan Manusia Sedunia
Tokoh agama bertemu di kantor MHM cabang Malaysia dalam dialog peringatan Hari Persaudaraan Manusia Sedunia
Majelis Hukama Muslimin (MHM) cabang Malaysia, Minggu (4/2/2024), menyelenggarakan sejumlah acara dan kegiatan untuk merayakan Hari Persaudaraan Manusia Sedunia, yang diperingati setiap 4 Februari. Acara ini juga digelar dalam rangka peringatan lima tahun penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb, bersama Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus pada 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Anggota MHM yang juga anggota Senat Malaysia dan mantan Menteri Urusan Islam, Dr. Zulkifli bin Muhammad Al-Bakri, menerima delegasi di kantor MHM cabang Malaysia. Mereka adalah Pendeta Julian Liew Bing Kim (Uskup Agung Kuala Lumpur), Pendeta Dr. Clarence Devadas, Pendeta George Harrison, Pendeta Christopher Sosayeblai. Malaysia terkenal dengan keberagaman agama dan etniknya. Malaysia menjadi model perintis kerukunan dan hidup berdampingan, sebagai negara Islam yang menampung semua agama dan etnis di wilayahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Zulkifli menekankan pentingnya menghargai dan menghormati konsep keberagaman dan pluralisme, baik dalam keyakinan agama maupun latar belakang etnis. Konsep ini jelas tercermin dalam ajaran Islam yang menyerukan keadilan, toleransi, saling menghormati dan menerima orang lain.
Pendeta Julian Liu Bing Kim juga mengungkapkan kebahagiaannya atas perluasan cakupan kerja sama bersama dengan MHM cabang Malaysia. Dia senang dalam melaksanakan banyak inisiatif dan kegiatan yang beragam, serta menekankan pentingnya peran para pemimpin dan simbol agama dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan global.
MHM cabang Malaysia, bekerja sama dengan perwakilan agama Kristen dan Buddha, mengadakan acara khusus di Pantai Bagan Pinang di kota Seremban. Acara ini mengusung tema “Pesan Harapan dan Perdamaian”. Sejumlah kegiatan dilakukan, antara lain membersihkan pantai untuk memberi pesan bahwa pelestarian lingkungan hidup merupakan bagian integral dari nilai-nilai persaudaraan umat manusia yang menyerukan kelestarian planet bumi dan sumber daya alamnya sebagai rumah bersama.

Rombongan pemuda dari Gereja Metodis Wesley di Seremban di bawah bimbingan Pendeta Jonathan Jesudas, dan perwakilan dari Baathist Buddhis Society of Malaysia yang dipimpin oleh Mr. Tan, serta Pasukan Pemuda Islam Malaysia yang diwakili oleh Mr. Rayhan Muhammad Idrisfi , juga berpartisipasi dalam program “Kerja Sama Harmonis 2024”. Mereka sepakat untuk menekankan bahwa agama dan budaya yang berbeda memiliki banyak kesamaan. Kesepakatan ini sebagai bagian dari upaya mencapai perdamaian, kesadaran lingkungan, dan pentingnya pendidikan. Hal tersebut sangat sejalan dengan prinsip-prinsip Dokumen Persaudaraan Manusia.
Para peserta kegiatan MHM cabang di Malaysia menyampaikan apresiasi atas upaya MHM yang dipimpin Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, dan Senator Dato' Zulkifli Muhammad Al-Bakri, anggota MHM dan mantan Menteri Agama Malaysia, dalam menumbuhkan budaya toleransi, hidup berdampingan secara damai, perdamaian antar belahan dunia, serta mengorganisir inisiatif dan kegiatan yang berkontribusi pada penguatan semangat persaudaraan, pengertian dan keharmonisan antar umat beragama