MHM Bertemu Majelis Tinggi Agama Islam Bahrain, Bahas Persatuan Umat Islam
Ketua Majelis Hukama Muslimin, Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb, bertemu Ketua Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Bahrain Syekh Abdulrahman bin Mohamed Al Khalifa
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb mengadakan pertemuan dengan Ketua Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Bahrain Syekh Abdulrahman bin Mohamed Al Khalifa di Istana Sakhir, Manama, Bahrain, Sabtu (05/11/2022). Hadir juga, anggota dari kedua belah pihak.
Pertemuan itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. Dalam sambutan pengantarnya, Abdelsalam menekankan pesan penting dari Ketua MHM pada penutupan Forum Dialog Bahrain (Bahrain Dialogue Forum/BDF).
Sekjen MHM menyampaikan bahwa seruan Syekh Al-Azhar mendapat perhatian cukup besar, baik di tingkat regional maupun internasional. Seruan itu merupakan peluang besar untuk mengadakan dialog.

Diketahui, dalam sambutan penutupan BDF, Syekh Al-Azhar menyerukan ulama-ulama muslim di dunia dengan perbedaan mazhab yang ada, terutama kelompok Syiah, untuk duduk bersama melakukan dialog internal umat Islam. Hal itu ditujukan untuk menciptakan persatuan, kedekatan, dan saling mengenal, serta membuang jauh-jauh ketegangan dan konflik kelompok, untuk kemudian melupakan lembaran masa lalu dan menguatkan persatuan umat Islam.
Sementara Syekh Ahmad Al-Tayeb, dalam pertemuan itu menyatakan bahwa Bahrain merupakan salah satu ekspresi nyata persaudaraan yang dalam. “Saya melihat sendiri kenyataan itu pada pertemuan saya dengan Raja Bahrain beberapa tahun lalu di Gedung Syekh Al-Azhar, dan sekarang di Bahrain,” katanya.
“Itulah tampaknya,” lanjut Grand Sheikh, “rahasia mengapa Allah memberikan banyak kebaikan pada negeri ini.”
Syekh Al-Azhar menambahkan bahwa pertemuan MHM dengan Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Bahrain merupakan pertemuan orang-orang yang cemas memikirkan umat, terutama menyangkut tantangan sistemis dan didanai untuk memerangi agama. Persatuan antara muslim Sunni dan muslim Syiah, kata Syekh Al-Azhar, adalah sesuatu yang mutlak.

Ketua MHM menambahkan, “Meski kita, umat Islam, memiliki perbedaan mazhab dan aliran pemikiran, tetap berpotensi untuk bisa bertemu pada titik-titik persamaan. Agama kita sama, bahasa kita sama, dan masih banyak nilai kemanusiaan, akhlak, dan tradisi yang menyatukan kita.”
Lebih lanjut, Syekh Al-Azhar menambahkan bahwa umat Islam sebenarnya memiliki banyak faktor persatuan, Hanya saja, tambahnya, ada konflik, agenda, dan kepentingan materi tertentu, terutama terkait perdagangan senjata, yang menjadikan dunia Islam dan dunia Arab sebagai pasarnya. Mereka tidak memiliki cara lain untuk mempromosikan dagangannya kecuali dengan memecah belah antarkelompok.
"Mereka memanfaatkan kelemahan kita, dan mereka berupaya maksimal agar kita tidak bersatu," tegasnya.
Pada pertemuan itu, Syekh Al-Azhar juga menyampaikan bahwa institusi Al-Azhar bersifat terbuka untuk melakukan dialog dengan lembaga keagamaan mana pun di dunia. Tentu, pertemuan antara ulama-ulama muslim dengan perbedaan mazhab yang ada menjadi prioritas untuk keluar dari krisis yang melanda umat. []