MHM Berpartisipasi dalam Dialog Wilton Park tentang Kepemimpinan Agama dalam Krisis
.
Wilton Park, forum terhormat untuk dialog internasional, menyelenggarakan acara tingkat tinggi bertajuk "Peran dan Tanggung Jawab Pemimpin Agama di Masa Perang, Kekejaman, dan Polarisasi". Acara ini berlangsung dari 17–19 Februari 2025, di Inggris Raya.
Giat tersebut mempertemukan para pemimpin agama, pembuat kebijakan, dan pakar global untuk mengeksplorasi bagaimana komunitas agama dapat mengatasi konflik yang meningkat, ujaran kebencian, dan perpecahan di seluruh dunia. Penasihat Khusus Majelis Hukama Muslimin (MHM), Adama Dieng, menyampaikan sambutan pembukaan yang kuat, mendesak pendefinisian ulang kolaborasi agama-kebijakan di tengah kekacauan global.
"Apakah ada kebutuhan untuk mengatur ulang hubungan antara pelaku agama dan pembuat kebijakan?", ujar Dieng. Dia menunjuk pada tempat-tempat yang penuh ketegangan, medan perang, dan serangan mematikan sambil menggarisbawahi urgensi kepemimpinan agama. Mengacu pada nilai-nilai lintas agama, ia mengutip Al-Qur'an: “Orang-orang mukmin itu bersaudara. Jalinlah hubungan yang baik di antara saudara-saudaramu dan bertakwalah kepada Allah, agar kamu diberi rahmat." (Alhujurât, ayat 10).
Menyoroti praktik baik yang telah berjalan, Dieng memuji Paviliun Iman di COP 28 dan 29 di Dubai dan Baku. "Kami telah menyaksikan secara langsung bagaimana keterlibatan berbasis agama membentuk kembali dialog global tentang berbagai isu penting, mulai dari ambisi iklim hingga pembangunan perdamaian," katanya. Ia lalu menguraikan dampaknya dalam "menjembatani jurang pemisah" dan "menganjurkan pendekatan berbasis agama."
Dieng juga mencatat partisipasinya dalam Konferensi Dialog Intra-Islam Bahrain, yang dipimpin Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Kerajaan Bahrain dan Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua MHM, Imam Akbar Dr. Ahmad Al-Tayeb. Konferensi ini bertujuan untuk memperkuat peran otoritas agama dan akademis dalam melawan ujaran kebencian. Dieng juga menekankan bahwa kepemimpinan etis merupakan katalisator untuk mencapai harapan dan aspirasi Afrika untuk perdamaian positif dan pembangunan berkelanjutan.
Acara tersebut memperkuat komitmen MHM terhadap persaudaraan manusia, yang sejalan dengan warisan Wilton Park dalam membina solusi untuk tantangan global. Didirikan pada tahun 1946 dan menjadi bagian dari Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, & Pembangunan Inggris, Wilton Park memiliki sejarah yang terhormat dalam mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—pemerintah, LSM, dan komunitas agama—untuk membahas isu-isu seperti resolusi konflik dan hak asasi manusia, sekaligus menjadi katalisator bagi strategi yang inovatif dan inklusif di era krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.