MHM Berpartisipasi daalm Konferensi Kepemimpinan Perdamaian Global di Nairobi
Adama Dieng, mantan Penasihat Khusus PBB untuk Pencegahan Genosida
Majelis Hukama Muslimin (MHM) berpartisipasi dalam Konferensi Kepemimpinan Perdamaian Global yang berlangsung di Nairobi, Kenya. Konferensi ini dihadiri banyak pemimpin dan pakar Afrika.
Dalam pidato yang disampaikan oleh Adama Dieng, mantan Penasihat Khusus PBB untuk Pencegahan Genosida, Sabtu (29/6/2024), Sekretaris Jenderal MHM, Konselor Mohamed Abdelsalam, menyoroti kebutuhan mendesak untuk kembali ke ajaran agama yang mendorong pelestarian kehidupan, hidup berdampingan secara damai, menghormati orang lain, memupuk toleransi dan saling pengertian antar bangsa dan masyarakat, terutama mengingat tantangan, konflik, peperangan, dan meningkatnya ujaran kebencian, rasisme, intoleransi, dan diskriminasi saat ini.
Konselor Abdelsalam menekankan pentingnya memperdalam hubungan antara nilai-nilai Afrika dan strategi pembangunan ekonomi. Sekjen MHM juga menyoroti pentingnya filosofi Ubuntu, yang berarti “Saya ada karena Anda ada,” yang mendorong pendekatan yang lebih inklusif dan berpusat pada manusia, yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat untuk kebangkitan Afrika yang berkembang.
Mohamed Abdelsalam juga mencatat kebutuhan mendesak untuk mengembangkan budaya yang tidak hanya melindungi hak asasi manusia dan martabat, tetapi juga meningkatkan dan memperkuat prinsip-prinsip persaudaraan manusia. Sekjen juga menunjukkan bahwa visi ini adalah salah satu tujuan utama yang ingin dicapai oleh MHM melalui kolaborasi dengan berbagai institusi dan organisasi secara global dan di Afrika, termasuk aktor masyarakat sipil, pemimpin politik, dan tokoh agama.
Konselor Abdelsakan juga menyerukan upaya intensif untuk menemukan solusi yang berkontribusi terhadap penyebaran dan peningkatan budaya dialog, nilai-nilai toleransi, dan hidup berdampingan secara damai di antara berbagai negara dan masyarakat, serta langkah-langkah lain yang meningkatkan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia.
Konferensi Kepemimpinan Perdamaian Global di Nairobi berfokus untuk melibatkan para pembuat kebijakan, pendidik, pemimpin agama, pejabat pemerintah, dan semua pemangku kepentingan untuk mencari cara dalam mempromosikan kebangkitan Afrika dengan memanfaatkan warisan unik, spiritualitas, dan nilai-nilai tradisional benua tersebut.
Konferensi ini juga membahas mekanisme untuk meningkatkan kerja sama dan kemitraan konstruktif antar benua, memperkuat konsep kewarganegaraan global yang etis, dan mendukung upaya pembangunan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.