Majelis Hukama dan Yayasan Nazarbayev Sinergi Pengembangan Dialog Agama dan Peradaban
Sekjen MHM dan Pimpinan Yayasan Nazarbayev tandatangani kesepahaman Pengembangan Dialog Agama dan Peradaban
Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM) Konselor Muhamed Abdelsalam, menandatangani nota kerja sama dengan pimpinan Yayasan Nazarbayev untuk Pengembangan Dialog dan Peradaban Antaragama, Polat Sarsenbayev.
Penandatanganan MoU ini berlangsung di Abu Dhabi, Kamis (10/11/2022). Dua pihak ini berkomitmen untuk memperkuat kerja sama bersama di bidang dialog antaragama dan antarbudaya, khususnya di Asia Tengah. Keduanya juga akan saling mengkoordinasikan upaya dan inisiatif bersama dalam mengoreksi kekeliruan konsepsi akan ajaran Islam, serta menyebarkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi di kalangan anak muda.

Kepala Yayasan Nazarbayev untuk Pengembangan Dialog Antar Agama dan Peradaban, Polat Sarsenbayev, memuji peran besar MHM yang dipimpin Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, yang juga Syeikh Al-Azhar Al-Syarif, dalam mempromosikan nilai-nilai dialog dan koeksistensi manusia. Dia juga memuji partisipasi Grand Syekh Al-Tayeb dalam KTT Ketujuh Pemimpin dan Tokoh Agama Dunia yang berlangsung di Kazakhstan September lalu.
Polat juga kagum akan pidato Imam Akbar Ahmed Al Tayeb di Forum Dialog Bahrain. Dia menilai forum itu sangat penting dapat mempertemukan Ketua MHM dengan pimpinan Gereja Vatikan Paus Fransiskus.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MHM Muhamed Abdelsalam berharap kerja sama dua pihak ini akan berkontribusi pada upaya lebih lanjut untuk menyebarkan nilai-nilai koeksistensi, toleransi, dan perdamaian di Kazakhstan dan Asia Tengah.

Sekretaris Jenderal menyatakan penghargaannya atas upaya Kazakhstan untuk mempromosikan dialog antaragama dan antarbudaya. Dia memuji hasil penting dari Konferensi Pemimpin Dunia dan Agama Tradisional; Yang diadakan di ibukota Kazakhstan, Nur-Sultan September lalu. Konferensi tersebut, menurutnya, mendukung implementasi Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani di Abu Dhabi, sebagai referensi untuk dialog antar pemeluk agama dan budaya.
Hadir juga dalam pertemuan ini, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Kazakhstan untuk Uni Emirat Arab Madyar Menbekov, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Uni Emirat Arab untuk Republik Kazakhstan Ammar Omar Al-Buraiki, dan perwakilan Kantor Presiden Republik Kazakstan, Dr. Samir Boudinar, Direktur Pusat Penelitian dan Studi Perdamaian El Hokama.