Lagi, Wapres Ceritakan Keinginan Majelis Hukama Sosialisasikan Toleransi Masyarakat Indonesia
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin kembali menyebut Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) dan keinginan mereka untuk mensosialisikan kehidupan bersama dan kerukunan masyarakat Indonesia ke dunia. Hal ini disampaikan Wapres dalam pertemuan dengan para ulama dari organisasi Islam Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) pada Senin (14/2/2022).
MHM merupakan perkumpulan ulama dan cendekiawan muslim dunia yang berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. MHM dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayyeb. Salah satu anggota dan pendiri MHM adalah intelektual Islam Indonesia, M Quraish Shihab. Intelektual Islam Indonesia lainnya, yaitu TGB M Zainul Majdi, juga tercatat sebagai salah satu anggota Komite Eksekutif MHM.
Wapres mengapresiasi peran aktif DDII sebagai ormas dalam menjalankan syiar Islam yang moderat dan toleran di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan. Kepada pengurus DDII, Wapres lalu bercerita tentang pertemuannya dengan Sekjen MHM Sultan Al-Remeithi beserta jajarannya saat berkunjung ke Indonesia pertengahan Desember 2021.
Menurutnya, ulama dunia mengakui keberhasilan Indonesia dalam mengelola perbedaan, di tengah keragaman yang ada. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, Indonesia diapresiasi atas kemampuannya merajut perbedaan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam latar belakang.
"Belum lama ini saya menerima delegasi dari Majelis Hukama Al-Muslimin yang berpusat di Abu Dhabi dan merupakan lembaga perhimpunan cendekiawan Muslim dunia,” ujar Wapres.
“Mereka mengatakan bahwa kami datang ke Indonesia bukan untuk mengajari orang Indonesia tentang Islam, tetapi kami ingin belajar dari Indonesia terutama bagaimana membangun agama dan menjaga toleransi yang begitu besar," sambungnya.
Dalam pertemuan itu, lanjut Wapres, Sekjen MHM menyampaikan bahwa saat ini perlua upaya menerjemahkan buku-buku berbahasa Indonesia yang memuat pemikiran dan pandangan tentang toleransi dan kerukunan ke dalam bahasa Arab sebagai referensi untuk pengembangan Islam dunia.
“Islam wasathiyah (moderat) dari Indonesia dipelajari, buku atau kitab Indonesia harus diterjemahkan ke bahasa Arab,” terang Wapres menceritakan pesan yang disampaikan Sekjen Majelis Hukama.
Kehadiran Sekjen MHM Sultan Al-Remeithi pada Desember 2021 antara lain untuk meresmikan pembukaan Kantor Virtual Majelis Hukama Al-Muslimin (MHM) Cabang Indonesia. Kantor ini kemudian dikenal dengan Majelis Hukama Indonesia.
“Saya menyambut baik dan mengapresiasi dibukanya kantor virtual MHM cabang Indonesia. Ini bagian upaya kami untuk terus membangun kerjasama dalam menguatkan koeksistensi, harmoni, dan persaudaraan manusia,” tutur Al-Remeithi pada 15 Desember 2021.
Al-Remeithi mengaku kagum dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang dikenal sangat religius dan toleran. Ia merasakan semangat persaudaraan di antara mereka. Indonesia memiliki pengalaman dalam merawat kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi.
“Saya yakin banyak sekali orang di luar sana, termasuk di dunia Arab, yang belum tahu keindahan di Indonesia dalam kehidupan beragama dan lainnya. Ini yang harus lebih disosialisasikan. Persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Indonesia bisa jadi contoh dunia,” tandasnya.