Konferensi Internasional, Sekjen Abdelsalam: MHM Lakukan Upaya Luar Biasa Sebarkan Nilai Moderasi dan Persaudaraan Manusia
Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam
Sekretaris Jenderal Majelsi Hukama Muslimin (MHM), Konselor Mohamed Abdelsalam, menekankan bahwa konsep dasar moderasi terdapat pada agama dan simbol kebijaksanaan manusia, yang memerlukan mekanisme dalam penerapannya.
Konselor Abdelsalam menggarisbawahi bahwa MHM secara aktif terus berupaya mempromosikan nilai-nilai moderasi, persaudaraan manusia, toleransi, dan hidup berdampingan secara damai (koeksistensi). Lebih dari itu, MHM juga terus memperkuat peran para pemimpin dan tokoh agama dalam mengatasi masalah-masalah mendesak yang berdampak signifikan terhadap kemanusiaan.
Pesan ini disampaikan Sekjen Abdelsalam saat berpidato pada sesi pembukaan Konferensi Internasional tentang Dialog Peradaban dan Toleransi, Selasa (20/2/2024), di Abu Dhabi. Konferensi ini mengangkat tema “Menjembatani Peradaban dan Membina Keberagaman”.
Konselor Mohamed Abdelsalam menyatakan bahwa penyelenggaraan konferensi bertujuan mencari cara untuk meningkatkan pemahaman dan kerja sama di antara para pihak dengan peradaban yang berbeda melalui pendekatan ilmiah dan akademis. Ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, kata Abdelsalam, telah menjadi mercusuar global bagi nilai-nilai moderasi, hidup berdampingan, dan persaudaraan manusia.
Uni Emirat Arab telah mengadopsi moderasi sebagai prinsip panduan dan persaudaraan manusia sebagai nilai yang mendarah daging. Ini sebagaimana dibuktikan oleh dokumen bersejarah, Dokumen Persaudaraan Manusia. Dokumen ini disponsori dan ditandatangani oleh dua tokoh agama dunia, Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Ahmed Al Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus.
Sekjen MHM menambahkan, penandatanganan dokumen ini merupakan tonggak penting dalam peluncuran sejumlah besar inisiatif kemanusiaan global terkemuka. Dia menunjukkan bahwa Prinsip 50 yang diadopsi UEA sebagai referensi yang memandu negara untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, menegaskan nilai-nilai yang mengakar dan prinsip-prinsip mulia yang diadvokasi oleh Dokumen Persaudaraan Manusia. Selain itu, Rumah Keluarga Abrahamik di UEA juga mengirimkan pesan-pesan peradaban di masa-masa sulit ini. Rumah Keluarga Abrahamik menegaskan bahwa agama datang untuk membawa kebahagiaan bagi umat manusia melalui berbagai konten dan hukumnya.
Konselor Mohamed Abdelsalam mengapresiasi upaya Kementerian Toleransi dan Hidup Berdampingan UEA, yang dipimpin Syeikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, dalam mempromosikan nilai-nilai dan budaya hidup berdampingan secara damai, penerimaan terhadap orang lain, dan persaudaraan manusia.