Ketum PBNU Apresiasi Kontribusi Kiprah Grand Syekh Ahmed Al Tayyib Ciptakan Perdamaian
Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb menerima kunjungan Ketum PBNU Yahya C Staquf saat di Kazakhstan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memuji peran Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Al-Tayeb dalam mempromosikan kehidupan damai, perdamaian dunia, toleransi, dan koeksistensi antarelemen masyarakat.
“Syekh Ahmad Al-Tayeb benar-benar telah berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia,” ujarnya saat bertemu Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin (MHM) Mohamed Abdel Salam, Kamis (15/9/2022) pagi di Nursultan, Kazakhstan.
Pertemuan ini berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Kongres Ketujuh Pemuka Agama Dunia yang berlangsung 14–15 September 2022.

Menurut Gus Yahya, panggilan akrabnya, kunjungan luar negeri yang dilakukan Syekh Al-Azhar berdampak positif dalam memberikan gambaran yang benar tentang Islam, sekaligus mengkounter pemikiran ekstrem.
Ketua PBNU juga mengucapkan selamat kepada Sekjen MHM Abdel Salam atas Penghargaan Astana yang dianugerahkan kepadanya dari Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Sekjen MHM dinilai berperan aktif dalam mengukuhkan persaudaraan manusia, nilai-nilai toleransi, dan koeksistensi.
Apresiasi senada disampaikan Sekjen MHM Abdel Salam. Menurutnya, sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, peran dan upaya yang dilakukan oleh NU juga sangat penting dalam kehidupan keagamaan di Indonesia. Konselor Abdel Salam menilai antara NU dan MHM terdapat sisi-sisi kesamaan pandang, terutama terkait dakwah, pendidikan, dan sosial.
Kepada KH Yahya Staquf, Sekjen Abdel Salam menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah inisiasi program dan kegiatan untuk dilaksakan di Indonesia bekerja sama dengan PBNU, terutama program-program yang terkait pemberdayaan dan pembekalan pemuda dalam menghadapi berbagai isu keumatan.