Ketua MHM Terima Utusan Khusus PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas
Ketua MHM Terima Utusan Khusus PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, menerima Dr. Heba Hagrass, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas, di Kairo, Kamis (9/1/2025). Pertemuan keduanya membahas berbagai cara untuk meningkatkan kerja sama timbal balik.
Menyambut kedatangan Dr. Hagrass dan delegasinya, Grand Syekh Al Azhar menekankan perhatian Islam pada prinsip-prinsip etika dan metodologis dalam melibatkan penyandang disabilitas. Ia juga menyoroti bahwa Islam menganjurkan solidaritas, saling menghormati, dan melindungi hak-hak individu, serta melarang segala pelanggaran terhadap hak-hak tersebut. Imam Akbar lebih lanjut menekankan hakikat kemanusiaan Islam, yang mempromosikan kebaikan, martabat, dan kesetaraan dalam semua interaksi.
Ketua MHM juga menyatakan kesediaan Al-Azhar untuk memperkenalkan kurikulum khusus bagi siswa sekolah dasar yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak penyandang disabilitas. Kurikulum ini akan menjelaskan ajaran Islam yang autentik tentang subjek tersebut, menghilangkan kesalahpahaman yang berakar pada tradisi masyarakat yang sudah ketinggalan zaman, dan mendorong perlakuan yang penuh hormat dan inklusif serta bertujuan untuk memberdayakan individu penyandang disabilitas dengan memastikan mereka menerima hak-hak penuh sebagaimana yang ditentukan oleh ajaran Islam.
Dr. Hagrass memuji peran penting Grand Syekh Al Azhar dalam membentuk sikap publik. Ia menggarisbawahi kapasitas unik para ulama untuk secara positif memengaruhi perilaku masyarakat, meningkatkan kesadaran akan isu-isu kritis, dan memperoleh pelajaran yang bermakna dari ajaran agama.
Dr. Hagrass juga menekankan pentingnya menyoroti tokoh-tokoh penyandang disabilitas yang inspiratif dari sejarah Islam, memamerkan prestasi dan kontribusi mereka yang luar biasa bagi masyarakat. Sebab, hal itu tidak hanya meningkatkan persepsi individu penyandang disabilitas tetapi juga memberikan harapan bagi keluarga mereka dan mendorong mereka untuk berinvestasi dalam pendidikan dan pemberdayaan anak-anak mereka.