Ketua MHM Terima Menteri Wakaf Kesultanan Oman, Bahas Penguatan Kerja Sama Bersama
.
Grand Syekh Al Azhar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM), Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, Senin (19/1/2026), menerima Menteri Wakaf dan Urusan Agama Kesultanan Oman, Dr. Mohammed bin Said Al Mamari, dan delegasi yang menyertainya. Pertemuan ini membahas cara-cara meningkatkan kerja sama bersama di bidang keagamaan, akademik, dan intelektual.
Imam Akbar menyampaikan apresiasi yang mendalam atas hubungan historis yang telah lama dan kuat antara Al-Azhar dan Kesultanan Oman serta rakyatnya. Grand Syekh memuji Oman sebagai model yang merangkul semua, memupuk persaudaraan antarmanusia yang sejati, dan mendorong hidup berdampingan secara konstruktif. Grand Syekh juga menegaskan kembali bahwa Al-Azhar memikul tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kohesi umat Islam, berupaya menyatukan para ulama dan mengatasi faktor-faktor perpecahan—terutama mengingat tantangan luar biasa yang dihadapi dunia Arab dan Islam saat ini.
Imam Akbar Ahme Al Tayeb menambahkan bahwa dalam kemitraan dengan Majelis Hukama Muslimin, Al-Azhar meluncurkan edisi pertama "Dialog Intra-Islam" pada Februari 2025 di Kerajaan Bahrain. Tujuannya, untuk mencapai persatuan ulama, membawa para ulama umat Islam ke satu meja dialog, dan berupaya memperkuat persaudaraan Islam dan mengakhiri perbedaan pendapat—sehingga berkontribusi pada stabilitas yang lebih besar dan memperkuat nilai-nilai kerja sama dan saling pengertian di seluruh umat Islam.
Sementara itu, Menteri Wakaf dan Urusan Agama Oman juga menyampaikan apresiasi mendalam Oman atas peran Al-Azhar dan MHM dalam melayani Islam, mendukung perjuangan umat, memupuk persatuan, dan memperkuat solidaritas Islam. Upaya tersebut, menurutnya, sangat dibutuhkan di masa sekarang.