Ketua Majelis Hukama Nilai Dialog Islam-Katolik Beri Harapan Hadapi Tantangan Global
Ketua MHM Grand Syekh Ahmed Al Tayeb
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb yang juga Grand Syeikh Al-Azhar menyambut kedatangan Sri Paus Fransiskus dan pemuka Gereja Katolik di dunia Arab. Syekh Al-Tayeb menyampaikan rasa gembira dapat ikut serta pada pertemuan Gereja Katolik dengan Majelis Hukama Muslimin dalam perjalanan persaudaraan manusia yang dimulai di Mesir, lalu dilanjutkan di Uni Emirat Arab, dan sekarang di Bahrain.
"Pertemuan itu merupakan tahapan yang menggembirakan dalam perjalanan dialog agama yang dimulai oleh Al-Azhar dan Vatikan. Pertemuan itu telah dan akan terus membuahkan kesadaran kolektif yang terus tumbuh terhadap tantangan yang kita hadapi," ujar Grand Syekh saat memberikan sambutan pada pertemuan MHM dengan pemuka Gereja Katolik, di halaman Masjid Istana Sakhir, Bahrain, Jumat (4/11/2022).
Forum tersebut mengangkat tema “Dialog Antaragama dan Tantangan Abad Keduapuluh Satu". Grand Syekh Al-Azhar menekankan bahwa pertemuan tokoh agama Islam dan Katolik telah memberikan harapan lahirnya kebangkitan baru di mana hati nurani dunia terbangun untuk memainkan perannya dalam menghadapi tantangan.
Imam Akbar menambahkan bahwa krisis utama yang dihadapi dunia saat ini adalah “krisis moral” dan “krisis keingkaran terhadap Tuhan”. Menurutnya, sebagian besar kejahatan yang dialami oleh manusia hari ini adalah akibat dari krisis utama itu yang menyerang manusia dan menguasai pemikiran dan perilakunya.

Tidak mengherankan, kata Syekh Ahmed Al Tayeb, jika saat ini terlihat berbagai bentuk penyimpangan pada perilaku dan moral masyarakat. Tidak mengherankan juga jika kemudian muncul seruan yang mencoba memaksakan penyimpangan dalam bentuk menebarkan perilaku seks menyimpang dan “jenis kelamin ketiga” pada masyarakat. Semua itu dikemas dengan bungkus “kebebasan”, "hak asasi manusia”, "modernitas", dan "pencerahan”.
"Penyimpangan-peyimpangan moral yang oleh sebagian orang ingin dipaksakan, itu hanyalah kebebasan yang kacau, upaya menghancurkan moral dan meruntuhkan bangunan manusia dari dalam," tegas Imam Akbar.
"Penderitaan dan tantangan yang diderita dan dialami oleh manusia saat ini tidak lain adalah hasil dari perbuatan manusia sendiri yang menjauh dari nilai-nilai agama dan moral," sambungnya.
Menurut Ketua MHM, krisis perubahan iklim pun terjadi akibat perbuatan manusia. Krisis itu merupakan dampak dari sifat egoistis manusia, ekonomi pasar, dan falsafah kapitalisme “raihlah keuntungan sebesar-besarnya walaupun harus menjual segalanya”. []