Ketua Majelis Hukama, Menteri Pendidikan, & Akademisi Bahrain Bahas Peran Kurikulum Pendidikan
Pertemuan Ketua MHM Grand Syekh Ahmed Al Tayeb dengan Menteri Pendidikan dan Akademisi Bahrain
Syekh Al-Tayeb menyerukan perlunya penerapan strategi pendidikan di dunia Arab yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melawan penyimpangan moral.
Syekh Al-Azhar menekankan peran kurikulum pendidikan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Grand Sheikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb menerima kunjungan rektor, dekan, dan tenaga pengajar perguruan tinggi se-Bahrain di tempat penginapannya di Istana Sakhir, Manama, Bahrain, Sabtu (5/11/2022).
Pembicaraan Syekh Al-Azhar dengan akademisi yang dipimpin oleh Menteri Pendidikan dan Pengajaran Bahrain Majid bin Ali al-Naimi itu menyinggung soal peran kurikulum pendidikan dalam mengukuhkan nilai-nilai kemanusiaan.

Imam Akbar menegaskan perlunya menerapkan strategi pendidikan di dunia Arab dan dunia Islam yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam melawan fenomena penyimpangan moral yang oleh beberapa kalangan di Barat diupayakan berlaku di dunia Islam dan dunia Arab atas nama kebebasan dan hak asasi manusia.
Ketua MHM itu mengajak praktisi pendidikan di dunia Arab dan Islam untuk segera sadar dan waspada menjadi sasaran propaganda penyimpangan moral tersebut melalui kurikulum pendidikan. Syekh Al-Azhar juga mengingatkan perlunya memasukkan materi peningkatan kesadaran tentang pentingnya dialog, menanamkan nilai-nilai persaudaraan, dan menerima pihak lain yang berbeda, dan menguatkan nilai agama dan moral ke dalam kurikulum pendidikan, termasuk pada siswa dasar dan menengah.

Lebih lanjut, Syekh Ahmad Al-Tayeb menyebutkan bahwa kurikulum Al-Azhar yang ia pelajari sangat membantu dirinya dan orang-orang sezamannya dalam bersikap menerima pihak lain yang berbeda. Menurutnya, kurikulum Al-Azhar mampu menumbuhkan sikap terbuka terhadap beragam mazhab dan pemikiran.
“Siswa Al-Azhar sejak masih di pendidikan tingkat menengah telah mempelajari keragaman mazhab fikih dan akidah, sesuatu yang kemudian memberi peluang untuk mengenal beragam pemikiran ulama terdahulu dari berbagai mazhab,” jelas Syekh Al-Azhar.
Hal itu, katanya lebih lanjut, pada gilirannya membantu mereka terbiasa melakukan diskusi, dialog, analisis, dan menerima beragam pemikiran yang berbeda.

Syekh Al-Azhar juga mengingatkan pentingnya memberi penyuluhan kepada generasi muda tentang isu-isu lingkungan hidup dan tantangan perubahan iklim melalui kurikulum dan silabus pendidikan, mengingat tantangan dan dampaknya yang begitu besar dan berpotensi mengancam masa depan umat manusia.
Rombongan tenaga pendidikan menyambut baik kunjungan Ketua MHM/Syekh Al-Azhar ke Bahrain. Mereka sangat mengapresiasi langkah dan upaya yang dilakukan oleh Syekh Ahmad Al-Tayeb dalam penguatan koeksistensi dan persaudaraan manusia. Mereka juga mengapresiasi sambutan Ketua MHM itu pada sesi penutupan Forum Dialog Bahrain (Bahrain Dialogue Forum/BDF) yang menyerukan penguatan dialog, menghentikan perang, dan melawan ujaran kebencian.