Ketua Majelis Hukama dan Presiden Tatarstan Diskusi Penguatan Toleransi
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb bertemu Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov
Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) yang juga Syekh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb menerima kunjungan Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di tempat penginapannya di Manama, Bahrain, Kamis (3/11/2022) malam. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela kunjungan resmi kedua pemimpin itu ke Bahrain untuk menghadiri Forum Dialog Bahrain yang bertajuk “Timur dan Barat untuk Koeksistensi Manusia”.
Ketua MHM yang juga Syekh Al-Azhar menyampaikan bahwa hubungan baik di bidang keagamaan, keilmuan, dan kebudayaan antara Al-Azhar dan Tatarstan patut diapresiasi. Menurutnya, Al-Azhar akan terus mengoptimalkan langkah dan upayanya dalam menghidupkan budaya dialog dan komunikasi dengan berbagai bangsa dan institusi untuk mendukung toleransi dan perdamaian dunia.
"Forum Dialog Bahrain yang merupakan wujud pengukuhan terhadap peran Al-Azhar tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya sikap saling memahami, saling mengerti, dan rasa saling bersaudara untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang," ujarnya.
Sementara itu, Presiden Rustam Minnikhanov mengungkapkan rasa bahagianya bertemu dengan Syekh Al-Azhar. Presiden Rustam mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Syekh Ahmad Al-Tayeb, baik melalui institusi Al-Azhar maupun melalui Majelis Hukama Muslimin, yang gaungnya terdengar di seluruh dunia.
Pada kesempatan itu, Rustam menyampaikan bahwa tahun ini masyarakat Tatarstan memperingati 1.000 tahun masuknya Islam ke negeri itu. “Masuknya Islam ke wilayah Tatarstan tidak lepas dari peran ulama Al-Azhar, dan saat ini alumni Al-Azhar tersebar di seluruh wilayah Tatarstan menebarkan nilai-nilai cinta kasih, koeksistensi, dan nasionalisme,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Presiden Rustam menegaskan bahwa hubungan baik yang terjalin antara pihaknya dengan institusi Al-Azhar berdampak positif dalam menebarkan paham wasathiyah Islam.
"Al-Azhar merupakan lembaga yang telah berpengalaman luas dalam mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu keislaman dan mengirim duta-dutanya ke berbagai belahan dunia untuk menebarkan ajaran Islam yang benar," tandasnya.