Kementerian Toleransi UEA dan Majelis Hukama Sinergi Penguatan Dialog dan Persaudaraan Manusia
Penandatanganan kerja sama penguatan dialog dan persaudaraan antara Kementerian Toleransi dan Koeksistensi Uni Emirat Arab (UEA) dengan Majelis Hukama Muslimin (MHM)
Kementerian Toleransi dan Koeksistensi Uni Emirat Arab (UEA) bersama Majelis Hukama Muslimin (MHM) menandatangani perjanjian kerja sama dalam penguatan dialog, toleransi, dan persaudaraan manusia. Kesepakatan sinergi ini didukung penuh oleh Menteri Toleransi dan Koeksistensi, Syekh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan.
Penandatangan kerja sama ini dilakukan di Abu Dhabi, oleh Direktur Jenderal Kementerian Toleransi dan Koeksistensi Afra Al-Sabri dan Sekjen MHM Konselor Mohamed Abdelsalam. Hadir menyaksikan sejumlah tokoh agama UEA. Kedua pihak sepakat untuk mengoptimalkan kerja bersama dalam penyebaran dan penguatan budaya dialog, toleransi, koeksistensi, dan persaudaraan manusia secara lokal dan internasional.
Kesepakatan ini menguatkan kemitraan dan kerja sama yang telah terjalin antara kedua belah pihak. Fokusnya, pengorganisasian sejumlah inisiatif lokal dan global yang menjadi kepentingan bersama. Misalnya, mengorganisir proyek-proyek penelitian, bekerja sama dalam menyelenggarakan konferensi dan forum, serta sejumlah program untuk mempromosikan nilai-nilai koeksistensi dan toleransi. Kedua pihak juga bersepakat untuk secara permanen meningkatkan kerja sama di antara mereka.
Tujuan sinergi ini antara lain untuk mengembangkan dan mendukung kerangka pemahaman melalui pertukaran pengalaman untuk berkontribusi pada pengembangan masyarakat, serta menciptakan lingkungan saling mengenal, toleransi, pengertian, hidup berdampingan dan rasa hormat di antara semuanya.

HE Afra Al-Sabri mengatakan bahwa hubungan antara Kementerian Toleransi dan Koeksistensi dengan MHM didasarkan pada pencapaian tujuan bersama dalam menyebarkan dan memperkuat budaya toleransi, koeksistensi, persaudaraan manusia, empati, dan dialog antar umat manusia. Sinergi ini menekankan kemampuan kedua belah pihak untuk menyelesaikan proyek bersama dalam waktu dekat yang dapat mencapai tujuan tersebut. “Tentunya di bawah perlindungan dan dukungan Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, Menteri Toleransi dan Koeksistensi,” terang Afra Al-Sabri di Abu Dhabi, Jumat (18/11/2022).
Al-Sabri memuji peran besar dalam bidang kemanusiaan yang dimainkan MHM, baik di tingkat regional maupun global. Dia melihat hal itu sebagai bagian dari upaya terus-menerus menyediakan sarana, terutama dalam dialog, simpati, dan koeksistensi antara semua budaya dan agama. Peran MHM juga tampak dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi manusia di antara semua, sehingga memberikan kesempatan bagi manusia untuk menemukan titik temu yang dapat dibangun untuk masa depan manusia di planet ini.
Sementara itu, Konselor Mohamed Abdelsalam mengapresiasi upaya besar Kementerian Toleransi dan Koeksistensi untuk menyebarkan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi di antara berbagai kelompok masyarakat dan di tingkat global. Hal itu menurutnya merupakan upaya yang menghasilkan budaya toleransi sejati dalam masyarakat Emirat, dan berbagai kebangsaan, ras, dan agama di dalamnya.
“Sehingga pengalaman toleransi, koeksistensi, dan perdamaian UEA telah menjadi model global yang disaksikan semua orang. Saya mengapresiasi upaya tak kenal lelah dari Yang Mulia Syekh Nahyan bin Mubarak di bidang ini,” ujar Abdelsalam.
Ditambahkan Abdelsalam, penandatanganan perjanjian kerja sama antara MHM dan Kementerian Toleransi dan Koeksistensi ini merupakan terobosan nyata dalam mengintegrasikan upaya kedua belah pihak untuk proyek, inisiatif, dan kegiatan di tingkat lokal dan internasional. Kesepakatan ini akan membantu mewujudkan tujuan MHM dalam menyebarkan budaya dialog dan toleransi manusia dengan cara yang lebih efektif dan luas.
“Sinergi ini juga memungkinkan kedua belah pihak untuk memanfaatkan kemampuan mereka secara optimal demi mencapai tujuan bersama. Pada periode mendatang, kita akan menyaksikan aktivasi perjanjian ini di sejumlah bidang dan inisiatif penting,” tandasnya.