Kantor Regional MHM: Mercusuar Harapan, Jembatan Komunikasi dan Koeksistensi
Pengurus MHM Kantor Cabang Malaysia
Kantor internasional Majelis Hukama Muslimin (MHM) telah muncul sebagai mercusuar harapan serta jembatan komunikasi dan hidup berdampingan (koeksistensi) di tengah beragam tantangan yang dihadapi dunia. MHM memanfaatkan kantor-kantor ini sebagai sarana utama untuk menyebarkan nilai-nilai dialog dan persaudaraan manusia.
Melalui siaran pers, Senin (1/4/2024), MHM menjelaskan bahwa keberadaan kantor regional juga bertujuan memajukan keterlibatan oraganisasi ini dengan umat Islam secara global. Dari situ diharapkan akan tumbuh pemahaman yang lebih dalam mengenai beragam isu krusial yang sedang dihadapi masyarakat global, sekaligus memanfaatkan pengalaman masyarakat setempat dalam memupuk perdamaian sipil dan hidup berdampingan.
Malaysia misalnya, negara yang terkenal dengan keragaman budaya, etnis, dan agama yang mencerminkan kekayaan sejarah pertukaran budaya dan pengaruh timbal balik di antara masyarakatnya. Malaysia adalah negara pertama yang menjadi tuan rumah bagi MHM cabang regional. Inisiatif penting dari kantor Malaysia pada 2022 adalah pendirian perpustakaan yang menampung 4.000 judul yang berfokus pada pemikiran moderat, budaya Islam, perjuangan melawan ekstremisme, dan humaniora, yang menarik banyak mahasiswa dan peneliti. Selain itu, beberapa publikasi MHM juga diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Melayu, disertai dengan sejumlah program radio dan acara kebudayaan yang dirancang untuk mempromosikan nilai-nilai dialog, toleransi, dan perdamaian.
Pada Oktober 2023, MHM secara resmi juga membuka cabang regionalnya untuk Asia Tenggara di Republik Indonesia. Ini adalah negara berpenduduk muslim terbesar dan pelopor dalam memperjuangkan keberagaman dan hidup berdampingan di antara berbagai agama dan budaya. Pendirian cabang ini di Jakarta, ibu kota Indonesia, mendapat sambutan hangat dari Presiden Indonesia Joko Widodo dan apresiasi luas dari komunitas Muslim Asia Tenggara.
MHM cabang Indonesia menyelenggarakan Konferensi Agama dan Perubahan Iklim, yang dihadiri sekitar 150 pemimpin agama terkemuka, akademisi, pejabat, dan menteri yang berfokus pada isu lingkungan dan iklim dari Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kantor cabang Indonesia juga mempelopori berbagai program radio, seminar, dan kegiatan komunitas dan budaya, sehingga mendapatkan penghargaan Paviliun Terbaik di Pameran Buku Islam Indonesia.
Di Pakistan, cabang MHM mencurahkan banyak upaya untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi, hidup berdampingan, dan persaudaraan manusia, serta mendorong rasa hormat dan penerimaan orang lain melalui kunjungan lapangan yang ekstensif, seminar, dan kegiatan budaya. Hal ini menggarisbawahi peran penting dari ajaran agama yang bertoleransi dalam menumbuhkan perdamaian dan harapan, tidak hanya di lingkungan Pakistan tetapi juga secara global.
Untuk lebih mengaktifkan peran global dan memperluas keterlibatan umat Islam di berbagai komunitas di seluruh dunia, MHM juga meresmikan sebuah cabang di ibu kota Kazakhstan, Astana. Ini sekaligus ditunjuk sebagai Kantor Regional untuk Asia Tengah dan Kaukasus. Cabang ini didedikasikan untuk mewujdukan tujuan MHM dalam mempromosikan dan memperkuat nilai-nilai hidup berdampingan dan dialog, menghubungkan dengan komunitas muslim di wilayah tersebut, serta menerjemahkan dan menyebarkan publikasi MHM dalam bahasa local.
Selain itu, pembukaan kantor cabang Kazakhstan juga bertujuan merevitalisasi warisan intelektual para cendekiawan dan intelektual Muslim di wilayah tersebut dan mengenalkannya kepada para pemuda di sana.
Tahun ini, di bawah kepemimpinan Grand Syekh Al Azhar, Imam Akbar Dr. Ahmed Al-Tayeb, MHM akan terus memperluas upayanya, membuka lebih banyak kantor dan cabang di berbagai negara untuk menyebarkan dan memajukan nilai-nilai dialog, toleransi, hidup berdampingan, dan untuk mengkonsolidasikan beragam upaya yang bertujuan mempromosikan moderasi dan memerangi segala bentuk rasisme, kefanatikan, diskriminasi, dan Islamofobia.