Imam Akbar Nilai Pertemuan Pemuka Agama Bukti Manfaat Dialog Antaragama
Pertamuan Imam Akbar Syekh Ahmed Al-Tayeb dengan Menteri Toleransi Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Nahyan Al-Nahyan, di Roma, Italia, Rabu (6/10/2021). (foto: @AlAzhar)
Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb melihat ada perkembangan positif dalam relasi antarumat beragama di dunia. Menurutnya kondisi dunia saat ini lebih siap untuk hidup berdampingan secara rukun dan menerima pihak lain dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.
Hal ini disampaikan Imam Akbar saat menerima kunjungan Menteri Toleransi Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Nahyan Al-Nahyan di Roma, Italia, Rabu (6/10/2021)
Syekh Ahmed Al-Tayeb menilai, kondisi ini terjadi berkat upaya yang dilakukan para pemimpin dan pemuka agama-agama di dunia dalam menyebarkan perdamaian dan persaudaraan antarumat manusia, serta menjelaskan sikap terbuka masing-masing agama dan pengikutnya terhadap penganut agama lain. Para pemimpin agama mendukung terjadinya pembauran sosial di antara penganut agama yang berbeda dan menutup pintu rapat-rapat bagi penyebar kebencian dan fanatisme.
“Pertemuan pemimpin dan pemuka agama-agama dunia di Roma untuk mendiskusikan isu-isu kontemporer dan upaya solusinya merupakan bukti nyata dari dialog antaragama yang bermanfaat,” ungkap Imam Akbar yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM).
Imam Akbar juga menyampaikan penghargaannya kepada pemerintah Uni Emirat Arab yang mendukung nilai-nilai toleransi dan persaudaraan dengan menjadi tuan rumah penandatanganan Piagam Persudaraan Manusia pada Februari 2019. “Dokumen itu ibarat lentera yang menerangi jalan bagi pecinta kebaikan dan perdamaian,” katanya.
Sementara itu, Menteri Toleransi UEA Syaikh Nahyan mengungkapkan rasa bahagianya bertemu dengan Imam Akbar. Ia menegaskan bahwa Al-Azhar merupakan benteng pertahanan umat Islam dunia.
“Sikap yang diambil oleh Imam Akbar Syekh Al-Azhar selama ini benar-benar menunjukkan Islam yang benar dan moderat. Dan Uni Emirat Arab akan terus melaju bersama Al-Azhar dalam mengukuhkan nilai-nilai moderasi, toleransi, hidup bersama secara rukun, dan persaudaraan manusia,” ujarnya.